Archive for December 2016 ILAjava - Blog seputar otomotif roda 2.

Memaksimalkan akselerasi dengan Quick shifter


ILAjava.   Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan akselerasi dari tunggangan kita.
Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan Quick shifter.
Apa sih quick shiter itu kang?. Oke sabar kang. Quick shifter adalah sebuah alat yang biasa diaplikasikan untuk tunggangan balap seperti MotoGP. Itu karena alat ini mempunyai peranan yang penting untuk menambah proses akselerasi pada motor. Jadi gini,umumnya setiap rider ketika akselerasi akan menekan kopling terlebih dahulu ketika akan mengoper gigi, nah ini tentu butuh waktu dan akan ada proses akselerasi yang hilang karena biasanya pada saat menambah gigi diikuti juga dengan sedikit mengendurkan betotan gas. Faktanya, rata" seorang rider melakukan ini dalam waktu kurang lebih 0.600 detik. Untuk rider dengan skill expert mungkin bisa 0.300 detik.

Nah alat ini diciptakan untuk mempersingkat proses tesebut. Caranya adalah dengan mengganti tuas batang porsneling dengan tuas yang sudah ada sensor mekanik yang mampu memberikan sinyal ke ECU kalau mesin akan up shift (tambah gigi). Sehingga ECU akan meresponnya dengan mematikan sementara pengapian selama sepersekian detik. Ketika proses inilah kita dapat menambah gigi tanpa menarik terlebih dahulu tuas kopling. Hal ini dimungkinkan karena ketika pengapian berhenti mesin kehilangan tenaganya, sehingga gear pada poros transmisi pun bisa berpindah karena tidak mendapat beban dari mesin. Jadi dengan Quick Shifter ini, untuk menambah gigi, kita hanya perlu mencongkel prosnelingnya saja tanpa perlu menarik kopling. 
Itu untuk mesin injeksi,untuk mesin dengan karburator sebenarnya lebih simple. Kita tinggal menjumper Salah satu kabel yang menuju koil dan disambungkan dengan kabel sensor yang ada pada tuas porsneling.

Dengan mengaplikasikan Quick shifter ini, rider hanya membutuhkan waktu kurang lebih 0.050 detik untuk menambah gear/gigi. Cukup signifikan bukan perbedaannya kang?
Namun perlu diingat, alat ini hanya untuk membantu proses up shift (tambah gigi) saja, untuk down shift (menurunkan gigi) kita tetap harus menarik tuas kopling.
Kalau sampean mau up shift dan down shift tanpa kopling, silahkan pakai seamless shift gearbox. 

Di indonesia sendiri, setau saya sudah banyak yang menjual quick shifter semacam ini untuk motor lokal. Tapi harganya itu yang bikin mules kang. Kalau ga salah harganya sekitar 3-5jutaan.
Last, di artikel selanjutnya akan saya berikan, bagaimana cara membuat quick shifter murah, dan bisa dilakukan dirumah.
Semoga bermanfaat. 

 (ILAjava).
Read More

Suzuki RK 67 jagoan suzuki di era 60an



ILAjava.   Salam stroker, kembali membahas tentang motor ngebul. Kali ini saya akan membahas tentang motor yang ikut dalam ajang motoGP pada jaman kakek buyut saya ketika masih muda dulu di tahun 60an. Atau nama kerennya pada jaman itu WorldGP. Pada waktu itu WorldGP dibagi atas beberapa kelas yaitu 50cc, 125cc, 250cc, 350cc dan 500cc yang kebanyakan menggunakan mesin 2 tak dengan body yang membulat khas pada jaman itu.
Motor yang akan kita bahas kali ini adalah Suzuki RK 67. Sebuah mahakarya dari pabrikan otomotif jepang Suzuki. Suzuki RK 67 adalah motor yang dibuat suzuki untuk turun di ajang WorldGP di kelas 50cc.
Eits, tapi jangan sepelekan kapasitas mesinnya dulu,meskipun cuma 50cc namun ini mesin worldGP!. 
Motor ini diciptakan Suzuki kala itu untuk melawan superpowernya motor 4-tak Honda yang turun di ajang worldGP di kelas 50cc, yakni honda RC 116.
Suzuki dituntut untuk bisa membuat motor yang mutakhir dan benar-benar "gila".
Dan akhirnya pada tahun 1965, Tepatnya pada ajang GP
Amerika di sirkuit Daytona Beach, Suzuki memperkenalkan
jagoan barunya yakni suzuki RK 66/67 yang kini memiliki spek sama "gilanya" dengan honda RC116 yang saat itu sangat mendominasi di kelas 50cc.

Suzuki RK 67 dibekali mesin 2-tak dan berkonfigurasi inline 2  2 cylinder. Itu artinya tiap cylindernya hanya berkapasitas 25cc!. 
Mesin ini mampu menelurkan tenaga maksimal hingga 17. 5 HP dan redline hingga 17.500rpm
Belum selesai sampai disitu, karena mesin ini memiliki powerband yang sempit maka enginer Suzuki menyiasatinya dengan menyematkan 14 percepatan pada gearboxnya agar motor ini mampu melesat dengan maksimal. Bener bener gila! 




Tidak selesai pada bagian mesin," kegilaan" Suzuki berlanjut pada sektor rangka. Sekilas jika kita amati gambar diatas hanya seperti rangka motor jadul, namun jangan salah sangka, karena bahan baku rangka tersebut terbuat dari Alumunium.
Hal inilah yang membuat bobot kosong Suzuki RK 67 hanya 58kg atau hanya separoh dari bobot motor matic jaman sekarang!.

Ditunggangi pembalap asal Jerman Hans-Georg Anscheidt, Suzuki RK67 mampu berlari hingga kecepatan 176 kilometerperjam!.
Dan Suzuki akhirnya mampu menjadi juara dunia di kelas 50cc pada tahun 1966 dan 1967 mengalahkan honda dengan RC116 nya. Joss!

Last, berikut spesifikasi lengkap dari Suzuki RK 67, monggo diblayer.

 ( ILAjava ).

Manufaktur : Suzuki Motor Co.Ltd
Model : RK67
Class : 50cc WorldGP
Engine : 2-Tak, Parallel-Inline 2 Sinder,Liquid Cooled,Rotating-Disk valve
Bore x Stroke : 32,5 x 30 mm
Kapasitas Silinder : 49,7 cc
Rasio Kompresi : 8,3 :  1
Transmisi : 14 Percepatan
Max Power : 17,5 HP @ 17.500 RPM
Top Speed : 176 Km/h
Frame : Alumunium Double Craddle
Suspensi Depan : Teleskopik Fork
Suspensi Belakang : Double-Shock, Alumunium Swingarm
Rem Depan : Drum Brake (Tromol)
Rem Belakang : Drum Brake (Tromol)
Berat Kosong : 58 Kg

Dan ini tambahan videonya.
#saran nontonya pakai hetset biar lebih merdu suaranya.

Read More

Inovasi fuel injection 2tak pada Honda EXP-2


ILAjava.  Sudah tertanam pada benak masyarakat kalau mesin 2tak itu: boros, berisik, ribet karena harus memakai oli tambahan(oli samping), kandungan emisi gas buangnya tinggi dan sebagainya dan sebagainya.
Yaa memang nggak salah sih, karena memang cara kerja dari mesin 2tak ini hanya membutuhkan 2x proses untuk melakukan satu kali pembakaran sehingga relatif lebih boros bahan bakar dibanding mesin 4tak. Karena hal ini mesin 2tak membutuhkan oli tambahan untuk melumasi bagian dalam mesin. Namun oli tambahan yang bercampur dengan bahan bakar tersebut ikut naik ke ruang bakar sehingga ikut terbakar, itulah yang membuat emisi dari mesin 2tak ini tinggi. Namun itu hanya berlaku pada mesin 2tak konvensional.
Untuk menjawab berbagai kekurangan itu pada tahun 1990-an melalui R&D chief engineer Yoichi Ishibashi, Honda kemudian mengembangkan sebuah mesin yang di beri nama "Activated Radical Combustion"  atau ARC. Mesin ini menggunakan injeksi bahan bakar langsung (direct injection) dan pengaplikasian katup buang variabel yang dikontrol secara elektronik.
Patent mesin ARC pada Honda EXP-2.
Honda mengklaim mesin dengan sistem ARC ini sangat ramah lingkungan dan irit bahan bakar.
Itu karena pada rpm rendah-menengah mesin ini mampu melakukan proses pembakaran tanpa percikan api dari busi atau auto-ignitionSehingga semua bahan bakar bisa terbakar secara sempurna.




Akhirnya pada tahun 1995 honda mengaplikasikan mesin ARC-nya di motor enduro prototype yang dikembangkan untuk balap ketahanan gurun (Rally Dakar).
Motor ini berkapasitas mesin 402cc single cylinder.
Di tangan pembalap Jean Brucy motor ini mendapat pringkat 5 secara keseluruhan dan pertama di kelas bawah 500cc Experimental classes pada Granda Dakar Rally yakni juara 1 kelas 2tak dan peringkat 8 secara keseluruhan pada Nevada Rally dan peringkat 7 secara keseluruhan pada Baja 1000.
Hasil ini terbilang sangat luar biasa, mengingat motor ini pada waktu itu bukan di design untuk menang, melainkan hanya untuk mencoba teknologi baru..joss!!

Wis, iki tak tambahi spesifikasi dari Honda EXP-2, semoga dapat menambah wawasan kita,monggo di kunyah" kang:

 (ILAjava).

Specification:
-Type of engine: water-cooled-2 stroke single cylinder engine (Activated Radical Control Valve)
-Activated Radical Combustion
-PGM-FI
-Engine displacement: 402 cm³. 
-Max power: 54 PS/7000rpm
-Dry weight: 155kg.




Read More

Ronax 500,monster GP500 yang "halal" di jalanan umum!!


ILAjava.  Mungkin sebagian dari kita masih ingat dengan era GP500/sekarang MotoGP, dimana waktu itu mesin motor GP masih menggunakan engine 2tak 500cc, sebelum akhirnya regulasi berubah mengharuskan semua pabrikan menggunakan mesin 4tak 990cc pada tahun 2002. Meskipun masa keemasan GP500 telah lama berakhir, namun sebuah perusahaan mesin Ronax asal Jerman berusaha membangkitkan monster ini kembali. 
Mereka memberi label motor ini Ronax 500. Motor ini memang ditujukan khusus bagi mereka yang mau bernostalgia merasakan motor dengan spek GP namun "halal" digunakan di jalanan umum,atau street legal. Yap, street legal karena motor ini dilengkapi dengan kelengkapan berkendara di jalanan seperti headlamp, lampu sein, electrik starter dan spion. Jika dilihat sekilas, motor yang dirilis tahun 2014 kemaren ini sangat mirip dengan motor Honda NSR500 tunggangan Valentino Rossi saat masih di team Nastro Azzuro Honda dulu. Terlihat jelas dari lekukan bodyworknya, hanya saja ronax memberikan striping yang lebih minimalis pada body nya. 

Untuk memberikan kesan eksklusif, Ronax pun hanya memproduksi motor ini sebanyak 46 unit saja di seluruh dunia, dan harganya pun ngga main main kang. Untuk mendapatkannya konsumen harus merogoh kocek setidaknya 1.6 Milyar!. 
Mengintip ke sektor dapur pacu, Ronax 500 dibekali mesin 499cc 2tak fuel injection V4, 80 derajat dengan dual counter-rotating crankshaft. 

      






Iya, mesin ini dibekali 2 kruk as. Mirip seperti motor Yamaha YZR500. Jadi kalau menurut saya motor ini seperti perpaduan antara mesin YZR500 dengan bodywork NSR500.
Mesin 4 cylinder ini juga dilengkapi dual mapping untuk mode sport dan hujan.
Muntahan tenaganya sendiri, menurut Ronax mesin ini mampu mengeluarkan tenaga hingga 160HP pada 11.500rpm!


Tak hanya itu, part part pendukungnya pun di buat sama seperti motor GP500, sebut saja rangka berbahan aluminium, fairing dan body serat karbon, empat knalpot karbon kevlar, suspensi dari ohlins, dan perangat rem brembo.
Alhasil bobot motor inipun hanya 170kg, atau setara dengan ninja 250. wes,bisa sampean bayangin sendiri kang power to weight rationya. Hampir 1HP/kg. 
Silahkan dikunyah-kunyah. 
Semoga bermanfaat. 

 (ILAjava). 

Read More

Cylinder head tembus pandang,proses pembakarannya kelihatan kang!!





ILAjava.  Membahas mesin 2tak memang sepertinya tidak akan pernah ada habisnya.
Meskipun sekarang keberadaannya sudah hampir punah karena gempuran motor motor baru bermesin 4tak dan terbentur masalah emisi gas buang, namun tetap saja masih banyak orang yang mencintai mesin ini karena sensasi yang diberikannya berbeda dengan mesin 4tak. 
Mungkin sudah banyak yang menjelaskan bagaimana siklus kerja dari mesin 2tak ini, baik dari media, sekolahan (jurusan otomotif tentunya), blog papan atas, sampai blog ecek-ecek kaya warung ini.
Nah, dibalik siklus kerja dari mesin 2tak yang kompleks ini, ternyata kondisi mesin saat bekerja tak seringan yang diduga. Hal ini saya dapati saat menonton video yang akan saya lampirkan di bawah.
Cylinder head tembus pandang kang! 
Jika biasanya kita hanya melihat video di youtube tentang siklus kerja mesin 2tak secara animasi, kali ini saya terkejut karena video tersebut benar benar menunjukan bagaimana proses pembakaran dalam mesin 2tak saat bekerja.


Hal ini dikarenakan cylinder head dalam motor yang kalau tidak salah dalam video tersebut berjenis trail dari suzuki, sudah mengganti cylinder headnya menggunakan bahan yang tembus pandang.
Namun saya nggak ngeh bahan apa yang digunakan dalam cylinder head tersebut karena tidak ada keterangan dalam videonya.

Disitu kita bisa liat api semakin membesar mengikuti rpm mesin.
Wis, pokoke keren kang!
Mungkin sampean dsni ada yang mau bereksperimen membuat cylinder head yang tembus pandang buat motornya. Monggo disimak wae video dibawah ini.

 ( ILAjava).


Read More

Honda NSR 250 ini punya power 70HP!


ILAjava.   Selamat malam stroker dimanapun anda berada, semoga semua dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun.
Honda NSR, siapa yang tidak kenal motor dari pabrikan sayap mengepak yang satu ini. Mengusung mesin 250cc 2tak 90° V-twin,motor ini mampu menyemburkan tenaga hingga 45HP. Motor ini memang didesign dan develop langsung oleh Honda Racing Corp. (HRC) untuk keperluan racing MotoGP dan replica street legal MotoGP. Selama kurun waktu 12 tahun masa hidupnya (1987-1999), NSR 250 Hadir dalam 4 versi yakni Honda NSR 250 code MC16, MC18, MC21, dan MC28.
Seperti dilansir Asphaltandrubber. Com untuk memperingati 25 tahun livery Rothmans pada Honda NSR 250, salah satu rumah produksi Tyga Performance memodifikasi NSR 250 MC28 '94 dengan tampilan dan part yg lebih modern.
Mereka menggambarkan bagaimana tampilan dan performa motor ini jika masih ada hingga saat ini.


Dari mulai body yang menggunakan bahan carbon, sampai mesin yang mengalami pembengkakan kapasitas menjadi 300cc!
Alhasil mesin ini pun sanggup memuntahkan tenaga hingga 70HP atau hampir 2x lipat dari kondisi standar. 



Wis, dari pada sampean dan saya tambah penasaran mending langsung liat aja beberapa gambar dan spek detailnya dibawah ini.
Monggo diblayer. 

 (ILAjava).


Technical Specifications of the 1994 Honda NSR250R MC28 by TYGA Performance:

Engine
  • NSR250 engine modified to 300 CC with TYGA Performance
  • big bore kit with additional porting
  • Wiseco Pistons
  • VHM heads
  • Dry clutch with upgraded springs and plates
  • Blanked off two stroke injector, pre-mix 30/1
  • Lightened flywheel
Transmission
  • HRC close ratio gearbox
  • RK Chain
  • TYGA Performance rear sprocket
  • Exhaust
  • Tyga Performance stainless steel with carbon/Kevlar silencers
  • Exhaust manifolds specially machined to match exhaust port
Ignition
  • HRC key card 030 race unleaded type
  • HRC RS250 NF5 spark plugs and caps
Carburetion
  • HRC factory NSR250 Keihin 38 mm test carburetors
  • HRC RS250 NF5 inlet manifolds with Aktive carbon reeds
  • HRC RS250 quick action throttle
  • TYGA Performance custom carbon air-box
Cooling

  • HRC NSR250 F3 triple core radiator
  • HRC NSR250 F3 water pump cover
Frame
  • Frame is stock
  • TYGA Performance lightweight sub-frame
  • HRC Swing arm
  • HRC style rear hub by NSR-World
  • Tyga Performance rear sets
  • Yamaha TZR250 3MA handlebars
  • TYGA Performance lightweight upper stay and meter stay
  • Ohlins Steering damper
Suspension
  • Front end:
  • CBR600RR forks re-sprung and held in bespoke TYGA Triples
  • Rear End:
  • Ohlins NSR250 rear shock S46HR1C1L
Brakes
  • Front:
  • Brembo M4 cast monoblock
  • CBR1000RR radial type master cylinder
  • Honda RC45 discs
  • HEL brake lines
  • Rear:
  • Brembo P2 cast caliper with TYGA Performance mounting
  • bracket
  • HEL brake line (hidden in swing arm)
  • Wheels
  • Front: Honda HRC RS250 Magnesium (17 X3.5)
  • Rear: Marchesini (17 X 5.5)
  • Tires
  • Front: Pirelli Diablo Super Corsa 120/70 ZR17
  • Rear: Pirelli Diablo Super Corsa  160/60/ZR17
Bodywork
  • TYGA Performance made from lightweight carbon/Kevlar
  • TYGA Performance custom LED lighting front and rear
Other
  • Lithium battery
  • TYGA Performance carbon clutch cover
  • TYGA Performance carbon generator cover
  • TYGA Performance swing arm cover
  • TYGA Performance CNC fuel filler cap
  • TYGA Performance CNC top triple nut
  • TYGA Performance pre-load adjusters
  • TYGA Performance lightweight axle spacers
  • HRC Rear Brake reservoir
  • HRC radiator overflow bottle
  • TYGA Performance carbon fairing mounts with GP quick release.. 



















Read More