Archive for 2017 ILAjava - Blog seputar otomotif roda 2.

Perjalanan Yamaha RX-Z di Indonesia.


ILAjava.  Apakah sampean tahu motor sport terkencang Yamaha dikelas 135cc?
kalau sampean menjawab RX-King jawaban sampean salah kang. Jawabannya adalah Yamaha RX-Z. Yuppp, pada tahun 1987 Yamaha Indonesia merilis RX-Z untuk menemani sang kakak yang juga masih mengusung kubikasi mesin yang sama yakni Yamaha RX-King. Namun bedanya jika Yamaha RX-King lebih condong mengusung model touring atau naked bike, kalau RX-Z lebih ke model sport.
Hal ini terlihat dari riding positionnya yang lebih membungkuk dan pengaplikasian stang jepit.

Saat baru dirilis pertama kali, Yamaha RX-Z ini mengusung mesin dengan transmisi 5 speed, barulah 2 tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1989 Yamaha mengupgrade transmisinya menjadi 6 Speed.
Sejauh pengamatan saya, Yamaha Indonesia terakhir mengaplikasikan transmisi 6 speed pada motor sport lokal dengan kapasitas dibawah 150cc itu hanya pada Yamaha RX-Z dan sang kakak yang berfairing yaitu Yamaha RZR.. Setelah kedua produk tersebut discontinue Yamaha Indonesia tidak pernah mengaplikasikan lagi transmisi 6 speed pada motor dengan kapasitas di bawah 150cc nya. Dan baru kembali menggunakannya ketika Yamaha R15 dan Xabre rilis baru-baru ini..

Kembali ke Yamaha RX-Z, Yamaha membekali motor ini dengan mesin 2tak bekapasitas 135cc. Walaupun berkapasitas sama dengan sang kakak yakni Yamaha RX-King, namun karakter mesin kedua motor ini berbeda.Hal ini terlihat dari ukuran bore x stroke kedua motor ini. Dimana RX-King memakai ukuran bore x stroke 58mm x 50mm, sedangkan RX-Z 56mm x 54mm.
Disini jelas terlihat kalau Yamaha RX-Z akan unggul pada penggunaan jarak jauh dan rpm tinggi.
Selain itu Yamaha juga membekali RX-Z dengan teknologi YCLS (Yamaha Computerized Lubricant System) dimana sistem pelumasan oli samping dikontrol menggunakan komputer..
Walaupun masih mengandalkan udara sebagai pendingin mesin, namun tenaga yang mampu dihasilkan RX-Z cukup besar yakni mencapai 21HP@8.500rpm.
Sedangkan untuk karburator sendiri memakai merek Mikuni VM26..

Di Indonesia sendiri, Yamaha RX-Z harus disuntik mati pada tahun 1999 lantaran peminatnya yang kalah banyak dari Yamaha RX-King dan karena krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu. Hal ini jauh berbeda dari negeri tetangga Malaysia yang justru produksinya mampu bertahan lama hingga tahun 2011 lalu. Bahkan di Malaysia sana kabarnya RX-Z ini sangat digemari oleh para remaja dan mendapat beberapa kali perubahan design body dan knalpot yang sudah menggunakan Catalytic Converter guna menembus regulasi EURO 2..
Last, itulah sedikit pembahasan mengenai Perjalanan Yamaha RX-Z di Indonesia. 
Semoga bermanfaat kang..

(Ilajava).
Read More

Suzuki RGR Legenda Sport 2tak 150cc dari Suzuki.


ILAjava.  Assalamualaikum kang, kembali kita akan membahas motor-motor eksotis dengan mesin 2 langkah/2tak yang pernah merajai pasar motor tanah air. Dan kali ini kita akan membahas salah satu motor sport yang pernah menjadi produk flagship dari pabrikan berlambang S, yakni Suzuki RGR 150.

Motor ini pertama kali diperkenalkan ke publik Indonesia pada tahun 1989,namun baru pada tahun 1990 secara resmi dijual oleh Suzuki Indonesia. Mungkin boleh dibilang inilah motor sport pertama bermesin 150cc 2tak yang dipasarkan di Indonesia. Rivalnya kala itu Yamaha RZR/RX-Z menggunakan mesin berkapasitas 135cc.

Suzuki Indonesia sendiri menyematkan 2 teknologi andalan pada motor ini, yang pertama adalah SIPC (Suzuki Intake Pulse Control), yakni sebuah teknologi untuk mengontrol pemasukan bahan bakar ke dalam mesin.. Dan yang kedua adalah SSS ( Super Scavenging System) yakni berupa port Intake tambahan yang terhubung dengan selang melingkar dan terhubung dengan tempat penyimpanan udara. SSS ini berfungsi sebagai pemberi asupan udara yang lebih besar ketika mesin membutuhkannya pada putaran mesin tinggi.
Dengan adanya SIPC dan SSS ini membuat Suzuki RGR tetap bertenaga pada setiap rentang rpm.
Namun, hal itu juga membuat motor ini menjadi motor paling boros di kelasnya.
Namun, borosnya konsumsi BBM Suzuki RGR ini seakan terbayar dengan muntahan tenaga yang mampu dihasilkan.

Dalam keadaan standar pabrik, motor ini mampu menelurkan power sebesar 26,5 HP pada kitiran 9.500rpm. Dipadukan dengan bobot yang hanya 99,8 kg bisa sampeyan bayangkan sendiri gimana jambakannya tuh kang. dijamin lari 160kpj bisa dengan mudah didapet.
Sayangnya Suzuki masih mengandalkan udara sebagai pendinginan mesin RGR 150 ini.
Secara umum ada 3 varian Suzuki RGR 150 yang dipasarkan di Indonesia yakni:

1. Suzuki RGR 150 Sprinter

Inilah generasi pertama Suzuki RGR,dipasarkan mulai tahun 1990-1992. Motor ini masih menggunakan Half fairing pada bagian depannya. Selain itu, hal yang paling mencolok dari motor ini adalah penggunaan lampu belakangnya yang sama persis dengan motor bebek Suzuki kala itu yakni Suzuki Sprinter.

2. Suzuki RGR 150 Crystal

Pada generasi kedua ini Suzuki RGR sudah tampil seperti motor sport pada umumnya yakni sudah mengaplikasikan Full Fairing.
Pada varian ini juga ada perubahan pada buritan belakang yang memakai lampu belakang yang sama seperti model bebek Suzuki Crystal. Selain itu, penambahan embel embel "R" setelah nama RG juga semakin menegaskan bahwa ini adalah motor Sport sejati..
Ada 2 versi dalam varian RGR Sprinter ini, yang pertama adalah RGR dengan Fairing yang sama seperti model RGR Sprinter namun dengan buritan model Crystal.
Yang kedua adalah RGR dengan Fairing RGR jumbo/Tornado yang nantinya menjadi varian terakhir RGR,dan menggunakan lampu belakang RGR Crystal. Motor ini dipasarkan dari tahun 1993-1995.

3. Suzuki RGR 150 Jumbo/Tornado

Inilah varian terakhir dari Suzuki RGR 150 yang dipasarkan di Indonesia. Dijuluki RGR jumbo karena motor ini terlihat lebih gemuk dari pada varian sebelumnya.
Selain itu hal yang paling terlihat adalah penggunaan lampu belakangnya yang mirip dengan motor bebek 2tak Suzuki Tornado.
Motor ini dipasarkan mulai tahun 1995-1997.

Sebenarnya setelah discontinue, Suzuki sempat akan merilis penggantinya yakni Suzuki RGR-Gamma II, yang mana motor ini memiliki mesin, design, dan performa yang sangat jauh berbeda dari sang kakak. Ini terlihat dari penggunaan fairing yang lebih modern, arm banana, mesin yang sudah memakai radiator, serta penggunaan katup buang tambahan (AETC). Namun sayang karena saat itu RGR-Gamma II diproduksi di Thailand dan terjadinya krisis moneter di Indonesia, menjadikan RGR-Gamma II gagal dipasarkan di Indonesia. Dan hanya diperkenalkan sebatas soft launching saja.

Last itulah sedikit pembahasan dari saya mengenai Suzuki RGR Legenda Sport 2tak 150cc dari Suzuki.. 
Monggo dikunyah-kunyah. Terima kasih sudah sudi berkunjung di warung sederhana ini. Semoga berguna kang. 
Read More

Berkenalan dengan teknologi Seamless Shift Gearbox (SSG) pada motor MotoGP.


ILAjava.  Seamless Shift Gearbox, mungkin sebagian dari kita masih ada yang asing dengan teknologi transmisi yang satu ini.
Teknologi ini sebenarnya sudah lazim digunakan pada mobil balap F1, namun pertama kali dikembangkan untuk motor MotoGP pada tahun 2008. Hal ini bermula saat tim balap Honda di ajang F1 mengundurkan diri karena krisis global. Saat itu banyak mekanik bekas tim F1 tersebut ditarik untuk menjadi teknisi tim balap Honda diajang MotoGP.

Dari sini lah awal mula dikembangkanya teknologi SSG untuk motor MotoGP. Teknologi ini juga merupakan solusi atas pelarangan penggunaan dual clutch Transmission untuk motor MotoGP oleh Dorna. Dimana teknologi tersebut juga sudah lazim digunakan pada mobil balap.. 
Selama 2 tahun Honda mengembangkan teknologi ini untuk Honda RC212V mereka.
Dan akhirnya mereka bisa secara sempurna mengaplikasikan teknologi ini pada motor RC212V tunggangan Casey Stoner pada tahun 2011. Dengan SSG, motor 800cc tersebut hanya membutuhkan waktu 0.009 detik untuk melakukan perpindahan transmisi. Hasilnya bisa ditebak pada musim tersebut Casey Stoner sangat mendominasi dan berhasil mendapatkan gelar juara dunia.

Sebenernya apasih kegunaan teknologi SSG ini kang? 
Jawabannya banyak banget kang. Salah satunya adalah untuk memangkas jeda waktu saat perpindahan gear. Baik itu up shift ataupun down shift.. 
Pada transmisi konventional, saat pembalap melakukan perpindahan gear, terdapat jeda transmisi "netral" yakni sebuah keadaan dimana selector transmisi belum berada pada gear yang dituju. Hal ini membuat penyaluran tenaga dari mesin menuju ban belakang terputus. Dan ketika gear sudah masuk ke gear yang dituju, maka ban belakang akan mendapatkan tenaga yang besar secara mendadak, hal ini bisa membuat ban belakang mengalami spin ataupun wheelie. Tentunya hal tersebut sangat mengurangi catatan laptime para pembalap..

Teknologi SSG hadir untuk menghilangkan semua efek negatif tersebut. Dengan transmisi SSG pembalap akan lebih halus dalam perpindahan gigi. Ini karena tidak ada jeda waktu "netral" pada transmisi ini. Saat pembalap melakukan perpindahan gear, gear yang dituju langsung terhubung sementara posisi gear yang digunakan sebelumnya juga masih terhubung dan akan melepaskan diri dengan sendirinya sebelum gearbox mengunci pada transmisi yang dituju.

Dari sini ada banyak keuntungan yang didapat, pertama tenaga mesin akan terus selalu tersalurkan ke roda belakang ketika pemindahan transmisi, kedua kompon ban menjadi lebih awet karena gejala slip berkurang. Dan ketiga motor menjadi lebih mudah dikendarai karena perpindahan transmisi yang smooth. 

Berapa banyak waktu yang bisa dipangkas dengan penggunaan SSG ini kang? 
Katakanlah setiap pembalap melakukan 40x perpindahan transmisi dalam sekali putaran. Dan Seamless Shift Gearbox dapat memangkas waktu setiap perpindahan transmisi 0.022 detik dari transmisi konventional.. Maka dalam satu lap SSG ini dapat memangkas waktu laptime pembalap hingga 0.88 detik!

Pantas saja teknologi ini sekarang sudah lazim digunakan pada motor-motor tim pabrikan yang berlaga di kelas MotoGP..
Demikian sedikit ulasan dari saya tentang Seamless Shift Gearbox (SSG) pada motor MotoGP..
Semoga bermanfaat kang.

 (ILAjava). 

Read More

Sejarah RX-King si motor "Penjahat".


ILAjava.    Siapa yang tidak kenal dengan Yamaha RX-King, motor yang di negara Asia tenggara (selain Indonesia) diberi nama Yamaha Concorde ini sering mendapat julukan sebagai motor penjahat. Bagaimana tidak? Akselerasi dan kecepatannya yang tinggi sering dipakai para pelaku tindak kejahatan untuk memuluskan aksinya.
Namun tahukah sampeyan kang, dibalik panggilan negatif tersebut ternyata si Yamaha RX-King ini mempunyai sejarah cerita yang panjang di tanah air.
Sebelum bernama Yamaha RX-King, motor sport dari pabrikan garputala ini telah lebih dulu dikenal dengan nama Yamaha RX-K, diproduksi pertama kali tahun 1981 hingga 1982..

Pada tahun 1982 inilah Yamaha melakukan survey terhadap masyarakat Indonesia. Dipimpin oleh Motoaki Hyodo, Chikao Kimata, dan Nobuo Aoshima,mereka melakukan survey di berbagai tempat di Indonesia seperti Sumatera, jawa, dan berbagai daerah lain. Mereka mencari tahu motor seperti apa yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat Indonesia. Kemudian diperolehlah hasil bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia menginginkan motor yang gagah, cepat dan irit.
Melihat hasil itu kemudian terciptalah Yamaha RX-King.

Yamaha RX-King pertama hadir di Indonesia pada tahun 1982 tetapi oleh Yamaha Indonesia secara resmi dipasarkan tahun 1983. Mengusung mesin 2tak berpendingin udara dengan kapasitas bersih 132cc dan karburator mikuni VM26 motor ini mampu menyemburkan tenaga maksimal hingga 18.5 HP@9000rpm. Yamaha RX-King merupakan penyempurnaan dari sang kakak yakni RX-K. RX-King telah mengadopsi teknologi YEIS (Yamaha Energy Induction System) sehingga diklaim lebih irit BBM hingga 15% dari RX-K. Selain lebih irit, RX-King juga lebih bertenaga dari rpm bawah hingga 5000rpm.
Secara garis besar ada 4 versi Yamaha RX-King selama masa edarnya di Indonesia dari tahun 1983-2009 yakni:

1. Yamaha RX-King Cobra (1983-1995)
Disebut King Cobra karena motor ini mengadopsi model stang yang mirip seperti ular Cobra, dan stang model ini lagi ngetrend-ngetrendnya di kalangan anak muda kala itu. Selain itu, model ini juga mengadopsi tengki yang lebih lebar.

2. Yamaha RX-King Master (1995-2000)
Motor ini dimulai produksinya pada akhir tahun 1995, hal yang membedakan dari generasi sebelumnya adalah pada bentuk ukiran "Yamaha" yang berbentuk bulat terdapat pada blok mesin kanan dan kiri (generasi sebelumnya ukiran tulisan yamaha berbentuk garis-garis).
Selain itu pada tahun 1995-1997 RX-King master mengadopsi teknologi YCLS (Yamaha Computerized Lubrication System) yakni sistem pelumasan oli samping yang diatur oleh komputer dan mengandalkan daya dari aki motor.
Namun teknologi ini sudah tidak digunakan lagi pada RX-King rakitan tahun 1998 dikarenakan dianggap kurang pas dengan karakter mesin RX-King dan terlalu beresiko karena kebanyakan pemilik RX-King tidak terlalu memperhatikan keadaan aki motor mereka bahkan tidak sedikit juga yang mencopot akinya.

3. Yamaha RX-King Facelift (2001-2006)
Ubahan yang paling mencolok dari RX-King generasi ini adalah pemakaian headlamp berbentuk oval dan pengaplikasian speedometer yang berbentuk bulat. Ditambah dengan model striping yang lebih staylish membuat motor ini tampak jauh lebih modern.
Selain itu tepatnya pada tahun 2003 diluncurkan model Special Edition 20tahun Anniversary yang berwarna gold. Pada generasi ini juga terjadi perubahan kaliper rem depan dari yang tadinya 1 piston sekarang menjadi 2 piston.

4. Yamaha New RX-King (2006-2009)
Dan yang terahir adalah generasi New RX-King. Perubahan yang dilakukan Yamaha pada generasi ini adalah pemakaian headlamp model bulat serta disematkannya teknologi AIS (Air Induction System) yakni sebuah sistem penyuntikan udara segar ke dalam leher knalpot. Teknologi AIS tadi bekerjasama dengan Catalic Converter yang ada pada knalpot guna mengurangi emisi gas buang. Teknologi ini yang membuat New RX-King lolos uji emisi Euro 2. Maka tak heran jika RX-King generasi ini mempunyai asap knalpot yang sangat tipis.
Sayang pada bulan Februari 2009, Yamaha menyetop produksi motor penjahat ini. Alasannya dikarenakan sudah ada sang adik sebagai penggantinya yakni Yamaha Scorpio,padahal secara keseluruhan keduanya sangat jauh berbeda.

Demikianlah sedikit pembahasan dari saya mengenai Yamaha RX-King si motor penjahat. Monggo dikunyah-kunyah semoga berguna kang. Dan terima kasih sudah sudi menyambangi warung sederhana ini.

(ILAjava).
Read More

Aprilia RS 125 GP, si kecil yang kaya cabe rawit!!


ILAjava.  Ibarat cabai,mungkin motor yang satu ini masuk ke dalam kategori cabai rawit. 
Walaupun kecil, tapi pedesnya sampai bisa bikin nangis.
Motor tersebut adalah Aprilia RS125GP.
Kenapa ada embel-embel GP dibelakangnya kang?
Yaa karena motor ini dibuat khusus untuk ikut di ajang kejuaraan GP kelas 125cc dulu.

Motor ini menggendong mesin 2tak single silinder dengan kapasitas bersih 124.8cc. Walaupun cuma 125cc, namun VE (Velocity Efisiensi) motor ini dikabarkan mampu mencapai 145%, itu artinya mesin ini sanggup membakar BBM hingga 180cc. Sebagai perbandingan, mesin 4tak standar pabrikan biasanya hanya mempunyai VE antara 80-90%. Mesin RS125GP ini memakai karburator Dell'Orto VHSJ 42mm with powerjet sebagai pengkabut bahan bakarnya. Mesin ini juga sudah dilengkapi dengan pendingin cair a.k.a liquid cooled.
Kompresi mesinnya sendiri mencapai 15,2:1. Tentunya ini diukur dengan pengukuran metode Eropa.
Yup, karena untuk pengukuran ratio compression untuk mesin 2 tak sendiri saat ini ada 2 pilihan metode. Yakni dengan menggunakan metode Jepang dan Eropa. Kalau dihitung menggunakan metode Jepang, biasanya hasilnya kecil. Hal ini karena penghitungan CR (Compression Ratio) dengan metode Jepang itu dihitung dari TMA (Titik Mati Atas) hingga sebelum lubang-lubang pada cylinder blok terbuka oleh piston. Sedangkan jika memakai metode Eropa, penghitungannya dari TMA sampai TMB (Titik Mati Bawah). 
Lanjut pada bagian frame.
Motor ini menggunakan chasis alumunium twin spar. Jadi nggak heran walaupun motor ini kecil tapi tetap stabil pada kecepatan tinggi, dan rigid ketika diajak cornering.
Untuk suspensi depan dan belakang dipasok oleh Ohlins yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya sebagai penyuplai suspensi nomor satu pada gelaran MotoGP.

Dengan bobot yang hanya 74kg, dan tenaga yang mencapai 48HP, bahkan denger-denger pada versi terahir ada yang mencapai 52HP, motor ini sanggup berlari hingga kecepatan 245kpj!. 
Tak heran banyak pembalap yang mampu mencicipi manisnya juara dunia di kelas GP125 dengan motor ini. Sebut saja Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, dan masih banyak lagi.

Last, itulah sedikit pembahasan mengenai salah satu motor dari Pabrikan Aprilia yang ikut turun dikelas MotoGP, yakni Aprilia RS125GP, si kecil yang kaya cabe rawit.
Monggo dikunyah-kunyah.
Read More

Aprilia RSW 250, amunisi Aprilia di kelas GP250cc


ILAjava.  Kemampuan pabrikan Aprilia memang sudah tidak diragukan lagi pada ajang balap dunia, termasuk MotoGP.
Salah satunya yaitu keikut sertaanya berpartisipasi di ajang GP kelas 250cc two stroke.
Dan Salah satu amunisi pabrikan Italia ini untuk turun di kelas 250cc tersebut adalah Aprilia RSW250GP.
Motor ini mengusung mesin 2tak 90derajat V-twin, liquid cooled, dengan 2 counter-rotating crankshaft. Mesin ini diklaim memiliki kompresi mesin yang mencapai 16: 1 kang. 

Yaa kalau saya sendiri sih ngga heran kang kompresi mesinnya nyampe segitu. Pertama mengingat ini motor kelas MotoGP, kedua karena memang ada 2 metode untuk penghitungan ratio kompresi mesin untuk mesin 2tak. Pertama menggunakan metode Jepang. Kalau menghitung dengan metode ini biasanya hasil perhitungan CR (Compression Ratio) kecil. Yang kedua menggunakan metode Eropa. Biasanya kalau menghitung CR dengan metode ini hasilnya besar. Karena metode penghitungannya sama dengan penghitungan CR mesin 4tak. Nah karena Aprilia adalah pabrikan Italia maka kemungkinan besar mereka menggunakan metode eropa untuk menghitung ratio kompresi mesin RSW250 ini. 


Balik lagi ke RSW250. Motor ini menggunakan 2 karburator Dell'Orto VHSJ 42mm pada bagian intake. Framenya sendiri menggunakan aluminium twin beam sehingga sangat rigid. Dan pada sektor pengereman menggunakan perangkat rem dari Brembo. kapasitas tangki BBM Aprilia RSW250 sendiri mencapai 23 liter!. Dan bobot kosong motor ini hanya 100kg Kang!! Edyan, bahkan dengan motor bebek 125cc jaman sekarang masih lebih berat motor bebeknya. 
Dengan semua spesifikasi di atas, motor ini mampu menyemburkan tenaga hingga 105HP@12.500rpm. Wis sampeyan hitung wae berapa power to weight ratio motor ini. Lewih sekang 1HP/kg kang!! Gendeng tenan.
Suzuki Hayabusa wae PWR'e cuma 0.8HP/kg.

Dengan besarnya tenaga Aprilia RSW250 tersebut nggak heran kalau motor ini mampu melaju dengan kecepatan hingga 280kpj.
Sayang seribu sayang pada tahun 2010 Regulasi MotoGP mengganti kelas GP250cc 2tak dengan kelas Moto2 yang menggunakan mesin 4tak 600cc.
Jika tidak saya yakin mungkin sekarang Aprilia RSW250, masih menjadi amunisi Aprilia di kelas GP250cc.

 (ILAjava). 




Read More

6 Motor legendaris Repsol Honda beserta pembalapnya.


ILAjava.  Assalamualaikum kang, tahukah sampean kalau ternyata kerjasama antara Pabrikan pembuat oli "Repsol"  dengan Pabrikan pembuat sepeda motor terbesar di dunia yakni "Honda" di kancah MotoGP sudah berlangsung selama kurang lebih 22 tahun? Atau tepatnya dimulai sejak tahun 1995 silam.WOW, udah lama banget ya kang.

Yaa selama kurang lebih 22 tahun tersebut tim Repsol Honda banyak mengeluarkan motor-motor yang boleh dibilang luar biasa di ajang balap motor sejagad motoGP. Bahkan banyak diantaranya yang mampu mengantarkan para pembalapnya menjadi juara dunia.
Apa saja motor tersebut dan siapa saja pembalapnya, yukk cekitot kang.


1. Honda NSR 500 Mick Doohan
Motor yang dikembangkan oleh HRC pertama kali tahun 1984 ini merupakan motor paling mendominasi selama gelaran GP500. Motor ini mendapat banyak perombakan selama hampir 2 dekade masa baktinya di kelas GP500. Motor ini mencapai masa keemasan di era 90an.
Dengan pembalap Mick Doohan dan mesin big bang nya yang fenomenal kala itu membuat doohan mampu meraih juara dunia 5x secara berturut-turut dari tahun 1994-1998..
NSR500 ini mengusung mesin 2tak 500cc dengan konfigurasi V4 dan mampu mengeluarkan tenaga hingga 200HP.

2. Honda NSR500 Alex Criville
Setelah doohan pensiun dari kancah balap GP500 karena cidera, tak lantas membuat taji NSR500 meredup. Lewat tangan Alex Criville pada tahun 1999 NSR500 Repsol Honda kembali meraih gelar juara dunia.
Gelar ini sekaligus menjadi gelar juara dunia ke 5 secara berturut-turut sejak kerjasama antara Repsol dan Honda di tahun 1995.

3. Honda RC211V Valentino Rossi
Pada tahun 2002 regulasi motoGP berubah dari yang sebelumnya menggunakan mesin 2tak 500cc menjadi 4tak 990cc. Dari sini pula awal mula kelas GP500 berganti menjadi MotoGP. Semua tim pabrikan diharuskan memakai mesin 4tak 990cc termasuk tim Repsol Honda.
Untuk itulah Honda kemudian mengembangkan motor terbarunya Honda RC211V. Motor ini memakai mesin 990cc 4tak V-5!!. Yaa motor ini menggunakan 5 silinder dalam mesinnya. Pada musim 2002 mesin GP500 2 tak ditandingkan bersama dengan mesin 4tak 990cc.
Ditangan Valentino Rossi Honda RC211V mampu meraih juara dunia di tahun 2002 dan kemudian berlanjut ditahun berikutnya yakni tahun 2003 sebelum akhirnya Rossi pindah ke yamaha.

4. Honda RC211V Nicky Hayden
Meneruskan pengembangan mesin dari Valentino Rossi, pembalap muda Amerika Serikat Nicky Hayden mampu membuat Honda RC211V menjadi motor yang menakjubkan sepanjang musim balap 2006.
Hayden bersaing ketat dengan Valentino Rossi dari kubu Yamaha dan akhirnya mampu meraih gelar juara dunia dengan selisih poin yang tipis.
Namun sayang setelah mampu meraih gelar juara dunia, prestasi Nicky Hayden terus menurun dan akhirnya memutuskan pensiun dari ajang MotoGP pada tahun 2015 kemarin.

5. Honda RC212V Casey Stoner
Regulasi MotoGP kembali berubah di tahun 2007, semua motor MotoGP diharuskan menurunkan kapasitas mesin menjadi 800cc. Honda kemudian memperkenalkan motor barunya yang diberi nama RC212V. Motor baru ini memakai mesin V-4 dengan katup pneumatic.
Namun sayang selama kurun waktu 2007-2010 motor ini puasa gelar juara dunia.
Baru pada tahun 2011 ketika tim Repsol Honda kedatangan pembalap Australia Casey Stoner motor ini mampu meraih gelar juara dunia. Sebagai tambahan, pada tahun ini pula pertama kali disematkannya teknologi seamless shift gearbox pada RC212V.

6. Honda RC213V Marq Marques
Karena usaha untuk mengurangi laju motor motoGP dengan pengurangan kapasitas mesin menjadi 800cc dirasa kurang berpengaruh karena walaupun top speed motor motoGP 800cc lebih rendah namun karena mudah dikendalikan sehingga kecepatan ditikungannya lebih tinggi dibandingkan motor motoGP 990cc, maka pada tahun 2012 regulasi motoGP kembali berubah menggunakan mesin 4tak 1000cc.
Honda mengembangkan mesin barunya tersebut yang diberi nama Honda RC213V.
Motor ini masih menggunakan konfigurasi mesin V-4 dan ditunggangi pembalap muda asal spanyol Marq Marques, yang kemudian mampu menjadi juara dunia di debut musim pertamanya di kelas MotoGP pada tahun 2013. Yang kemudian berlanjut di tahun 2014 dan 2016..
Sampai sekarang Honda RC213V terus mendapat improvement oleh HRC, terutama pada bagian elektronik, chasis dan mesinnya. Bahkan mesin RC213V di klaim mampu memuntahkan tenaga hingga lebih dari 240HP!!


Last, itulah motor-motor legendaris beserta pembalapnya yang berhasil membuat tim Repsol Honda menjadi salah satu tim balap tersukses di MotoGP.
Semoga bermanfaat kang.

 (ILAjava).





Read More

Honda NSR 500 Valentino Rossi,motor tim satelit pertama yang mampu meraih Juara Dunia!!


ILAjava.  Haloo kang, Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang suatu hal yang membuat saya dan bahkan mungkin para GPmania yang lainnya penasaran. Perihal tersebut adalah.
Apakah benar Honda NSR500 Rossi Itu Motor Team Satelit?
Terus kenapa harus di pertanyakan si kang?
Ya Karena kita semua tau para fans, baik itu yang senang menonton MotoGP ataupun fansnya Vale punya pemikiran yang berbeda menyangkut status motor Honda NSR500 itu.
Seperti yang kita tau, Rossi mengawali karirnya di kelas 500cc pada tahun 2000 dengan motor dari honda ini.

Saat itu Rossi menjadi Rider pendatang baru dan berusaha untuk membuktikan kemampuannya bersaing dan memperebutkan gelar juara dunia GP500.
Dulu namanya belum MotoGP.
Nama MotoGP itu baru digunakan tahun 2002 atau ketika ada perubahan regulasi pemakaian mesin dari 500cc 2tak menjadi 990cc 4tak.

Meskipun di akhir klasemen musim 2000 Rossi menempati posisi ke 2 dan belum mampu mendapatkan title juara duia, namun prestasinya sangat luar biasa mengingat ia baru naik kelas dikelas 500cc dimana motor 500cc dikenal sangat susah dikendalikan dan memiliki power yang liar.
Rossi meraih 10x podium dari 13 seri yang diadakan dimana 2 di antaranya adalah kemenangan Rossi.
Itu terjadi pada sirkuit Donington Park inggris dan Rio de Janeiro Brazil.
Total Rossi mengumpulkan 209 poin,atau selisih 49 angka dari juara dunia waktu itu, Kenny Robert Jr dari tim Suzuki.
Di tahun berikutnya atau tahun 2001 barulah Rossi akhirnya bisa meraih gelar juara dunia pertamanya di kelas para raja.

Sejak saat itulah namanya semakin terkenal di seantero dunia karena Rossi berhasil juara dunia dengan motor team satelit.
Padahal kalau kita lihat di berbagai berita, ada yang mengatakan kalau belum pernah ada team satelit yang bisa juara dunia MotoGP/GP500.
Lahh terus Rossi itu bagaimana kang? Bukannya dia bisa juara dengan motor team satelit? Disini Ada informasi yang membuat kita bingung, tapi akan jelas bila di runut dari awal kedatangan Rossi di kelas GP500.

Pada Tahun 2000 Honda sudah punya team Pabrikan bernama Repsol YPF Honda Team.
Mereka terkesan dengan prestasi vale di kelas 125cc dan 250cc dan ingin memasukannya ke tim pabrikan honda di kelas GP500.
Namun tim Pabrikan Honda sudah punya 3 pembalap saat itu yakni : Tadayuki Okada,Sete Gibernau dan Alex Criville.
Jadi tempat untuk Vale di tim ini sudah penuh sehingga tak memungkinkan bagi Vale untuk menjadi rider Repsol Honda karena team itu sudah memiliki kontrak dengan 3 pembalap tadi.
Nah, akhirnya dibentuklah team khusus yang dinamai Nastro Azzurro Honda. Popularitas Rossi nampaknya menjadi alasan utama kenapa Honda begitu membutuhkan Rossi.

Karena kepopulerannya itu Rossi bisa mendatangkan banyak sponsor dan Honda akan punya keuntungan lebih jika Rossi bergabung dengan mereka.
Maka Kemudian di buatlah opsi lain,yaitu dengan menempatkan Rossi di tim Nastro Azzurro Honda.
Secara aturan yang berlaku, hanya diperbolehkan ada 1 team pabrikan. Maka Nastro Azzurro bisa di sebut sebagai team satelit.
Tapi secara teknis motor yang disediakan untuk Rossi, tidak bisa di sebut motor untuk tim satelit..
Kenapa?Karena Honda memberikan Rossi motor Honda NSR500 dengan spesifikasi sama dengan motor Tim Pabrikan.

Dilengkapi dengan peralatan pendukung terbaik, dan di support penuh oleh HRC, Rossi juga mendapat mekanik khusus Tim Pabrikan bernama Jeremy Burgess.
Dia adalah orang penting yang membawa Mick Doohan juara dunia 5 kali berturut-turut bersama Honda selama musim 1994-1998.
Di kelas GP500, semua tim memakai spesifikasi motor Prototype yang sama sehingga kemampuan motor tidak terlalu jauh berbeda. Tapi tetap saja motor team Pabrikan punya tenaga yang lebih besar karena dukungan peralatan yang lebih canggih ketimbang tim satelit.
Kalau begitu, Rossi bisa juara dunia tahun 2001 dengan motor Pabrikan dong ya?



Tidak bisa di sebut Pabrikan juga. Kalau timnya jelas team satelit, tapi spesifikasi motornya itu setara dengan motor team Pabrikan.
Entah apa istilah yang tepat untuk menyebut ini. Kalau di era MotoGP 2016 ada sebutan team Satellite Factory Support.
Apa itu kang? Itu adalah motor Tim Satelit yang sama dengan Tim Pabrikan, namun hanya untuk engine dan chasisnya saja.
Sementara suspensi,rem dan settingannya berbeda.
Jadi kemampuannya masih dibawah tim pabrikan.

Tapi kalau Honda NSR500 yang ditunggangi Rossi itu beda lagi.
Spesifikasi Motornya sama persis dengan motor Pabrikan, sehingga performanya sama dengan motor Pabrikan, hanya saja itu ada di Tim Satelit.
Honda NSR500 Valentino Rossi menjadi motor dari team Satelit terbaik di dunia karena sampai saat ini belum ada motor Tim Satelit yang punya kemampuan seperti itu dan mendapat support penuh dari pabrikan. Jadi itu motor khusus ya? Ya boleh dibilang motor dan tim itu khusus di rancang untuk Vale.

Kalau saja masih ada tempat kosong di kubu Repsol YPF Honda Team, pasti ditahun 2000 ketika Rossi naik kelas di GP500 ia langsung ada di tim itu. Buktinya saja 2 tahun kemudian Rossi benar-benar ada di Repsol Honda kan? Itu karena kontrak dengan rider Repsol Honda Pabrikan lainnya sudah habis, jadi Rossi bisa menggantikan tempat pembalap itu di tim utama Honda.
Honda NSR500,tim Nastro Azzurro dan Jeremy Burgess sebagai mekanik adalah paket khusus untuk Vale agar bisa merasakan kondisi sebagai pembalap Pabrikan, meskipun statusnya ada di Tim Satelit.
Semoga bermanfaat.

 (ILAjava). 
Read More

Honda NSR500, motor paling mendominasi dikelas GP500!!!

source: wikipedia

ILAjava.  Siapa yang tidak tau dengan Honda NSR500??
Motor yang diciptakan oleh HRC (Honda Racing Corporation) pertama kali tahun 1984 itu merupakan penggebrak technologi pada saat itu. NSR500 adalah motor 2tak yang paling mendominasi sejarah WorldGP (Motogp) hingga mesin 2tak dihapuskan dan diganti dengan mesin 4tak. Honda memenangkan juara dunia WorldGP 500 sebanyak 10 kali selama debutnya sejak tahun 1984 dengan motor ini. Berbekal performa engine yang superior, NSR 500 merupakan satu-satunya motor prototype Motogp yang masuk dalam legenda olah raga adu kebut dunia dan belum ada motor prototype pabrikan lain yang bisa mematahkan sejarahnya.

Evolusi NSR500 dimulai pada tahun 1984-1987. Belajar dari pengalaman mesin 2tak V-3 predecessor, mesin V4 yang baru menggunakan satu crankshaft sehingga lebih ringan dan kompak dibandingkan dengan dual crankshaft. Walaupun masih memakai sasis sederhana, NSR500 versi V4 tersebut mampu memberikan juara dunia untuk kedua kalinya buat Honda pada tahun 1985 lewat pembalapnya freedie spencer. Menggunakan V-angle 112derajat ditahun 1987 NSR500 menggunakan karburator Keihin 4 barrel dengan diameter 36mm dan sekali lagi Honda menjadi juara dunia untuk yang ketiga kalinya dengan pembalap Wayne Gardner.
Pada tahun 1988, HRC menggunakan sasis twin spar aluminium pada NSR500 sehingga lebih kaku. Begitu juga dengan dapur pacu yang juga mengalami perbaikan total. Pengembangan ini mengkatrol power NSR500 hingga sekitar 165hp (123kw)@12,000rpm. NSR500 revolusi kedua ini kecepatan puncak mampu menggapai 310km/jam, dan merupakan motor paling kencang pada masa itu. Didukung dengan sasis mumpuni dan tenaga mesin liar tak tertandingi, NSR500 adalah motor tiada lawan pada tahun 1989 hingga sekali lagi juara dunia menjadi milik Honda lewat pembalap eddie lawson.

Pada tahun 1990 – 1998  mesin V4 NSR500 terus mengalami peningkatan power hingga lebih dari 200HP (150kw). Lewat Pembalap Australia Mick Doohan, NSR500 menjadi motor paling ditakuti dilintasan balap ditahun 1990an. Pengembangan mesin terus menerus dilakukan oleh HRC. Tahun 1992 Honda menemukan ide revolusioner pada mesin V-4nya yaitu sistem pembakaran 4 silinder dengan derajat kemiringan 65-70 derajat rotasi crankshaft atau biasa disebut mesin “Big-bang”.
Lewat penggunaan balancing shaft untuk menetralisir  efek giroskopis pada single crankshaftnya, NSR500 1992 adalah sebuah terobosan teknologi kala itu. Doohan menggunakan sistem baru ini untuk mendominasi jalannya balapan hingga memenangkan juara dunia 5 kali kelas 500cc secara berturut turut. Doohan Memenangkan 12 seri dari 15 race di tahun 1997, memecahkan record kemenangan terbanyak dalam satu musim yang pernah ada sejak tahun 1972. Sejarah mencatat NSR500 lewat Mick Doohan memberikan 54 total kemenangan dikelas 500cc, merupakan record yang tak terpatahkan oleh rider manapun dikelas 500cc.
Pada tahun 1997 NSR500 kembali menggunakan mesin ”Screamer”. Hal ini atas permintaan Doohan yang lebih menyukai karakter mesin yang liar.
Pasca mundurnya Michael Doohan dari kancah motogp, NSR500 masih bertaring hingga tahun 1999 lewat Alex  Criville Honda mampu menjadi juara dunia lagi.

Bahkan di detik-detik akhir hayat NSR500 yang diujung mata seiring dengan dihapuskannya mesin 2tak oleh pihak Dorna dan memberlakukan peraturan baru meningkatkan kapasitas mesin menjadi 990cc 4tak, pada tahun 2001 ditangan Valentino Rossi NSR500 masih mampu meraih gelar juara dunia dan sekaligus menutup sepak terjang dominasinya dikancah GP500 selama 2 dekade.
Meskipun sudah berlalu, sejarah akan selalu mencatat motor revolusioner dari HRC ini. NSR500 adalah motor legendaris, dan merupakan icon motor balap kebanggaan Honda. Dan Karena kesuksesannya, NSR dibikin mass produk dari yang ber cc besar hingga 50cc dan terbukti penjulannya laku keras diseantero dunia..

Berikut Prestasi Honda NSR 500 selama hampir 2 dekade masa baktinya di kancah GP500 :

1984: 4th place, Freddie Spencer/America
1985: 1st place, Freddie Spencer/America
1986: 2nd place, Wayne Gardner/Australia
1987: 1st place, Wayne Gardner/Australia
1988: 2nd place, Wayne Gardner/Australia
1989: 1st place, Eddie Lawson/America
1990: 3rd place, Mick Doohan/Australia
1991: 2nd place, Mick Doohan/Australia
1992: 2nd place, Mick Doohan/Australia
1993: 3rd place, Daryl Beattie/Australia
1994: 1st place, Mick Doohan/Australia
1995: 1st place, Mick Doohan/Australia
1996: 1st place, Mick Doohan/Australia
1997: 1st place, Mick Doohan/Australia
1998: 1st place, Mick Doohan/Australia
1999: 1st place, Àlex Crivillé/Spanyol
2000: 2nd place, Valentino Rossi/Italy
2001: 1st place, Valentino Rossi/Italy
2002: 8th place, Loris Capirossi/Italy

 (ILAjava). 
Read More

Yamaha V series, motor bebek dengan oli samping pisah pertama!


ILAjava.  Jika Honda punya generasi C series yang laku keras, Suzuki punya varian RC series yang melegenda, Yamaha pun mempunyai varian bebek yang tak kalah fenomenal, generasi yang dimaksud adalah Yamaha V series dimana yang dijual di  Indonesia antara lain varian Yamaha V50, V50M, V70 dan V80. Di beberapa daerah, motor ini dijuluki Yamaha minthi yang artinya bebek kecil. Untuk diluar negeri sana, motor 2tak ini dijuluki sebagai Yamaha Step-through.

Secara design, Yamaha V series ini memakai konsep design mudah dikendarai dan mudah dalam hal perawatannya. Itu karena motor ini ditujukan untuk membantu mobilitas sehari-hari. Untuk Yamaha V50 generasi pertama posisi lampu depannya ada dibawah stang. Motor ini pertama kali masuk ke Indonesia secara CBU (Completely Build Up) dari Jepang pada tahun 1973 dan merupakan motor bebek pertama yang dijual yamaha di indonesia. Tak lama setelah itu, muncul Yamaha V50M yang merupakan facelift dari Yamaha V50. Kemudian diteruskan dengan Yamaha V75 yang memiliki kapasitas mesin lebih besar. Pada tahun 1978, Yamaha menyetop produksi Yamaha V50M dan V75 di Indonesia. Kemudian menggantikannya dengan Yamaha V80 yang memiliki kapasitas mesin 80cc.

Semua Yamaha V series menggunakan mesin 1 silinder 2tak dengan pengapian platina dari batery 6V yang kelak digantikan dengan pengapian CDI. Yang membedakan antara Yamaha V series yang satu dengan lainnya adalah Isi silindernya. Yamaha V50 seperti namanya, memakai mesin 1 silinder rebah 2 tak berkapasitas bersih 49cc. Mesin ini sanggup menghasilkan power sebesar 4Hp@6000Rpm. Yamaha V75 memakai mesin dengan kapasitas 73cc dan menghasilkan tenaga sekitar 6Hp@6500Rpm. Serta terakhir, Yamaha V80 yang memiliki kapasitas mesin 79cc dan sanggup menghasilkan power sebesar 6,7Hp@7000Rpm. Semua mesin ini disalurkan dengan transmisi semi otomatis 3 percepatan.

Salah satu fitur pada Motor ini yang bisa dibilang canggih pada waktu itu adalah motor ini sudah menggunakan sistem pelumasan Autolube dimana oli samping dipompa otomatis kedalam mesin sehingga kita tidak perlu mencampurkan oli kedalam tangki bensin. Pada waktu itu kebanyakan pengguna motor 2tak masih harus mencampur oli samping ke dalam tangki bensin sebagai pelumasan mesin. Untuk pendinginan mesin masih menggunakan pendinginan udara. Untuk sistem Pengapian yamaha V50 dan V75 masih menggunakan platina sementara Yamaha V80 sudah menggunakan CDI. Untuk pengereman kedua rodanya semua varian V series masih menggunakan tromol dikedua bannya. 

Selama ini, mungkin kita mengenal semua motor dengan tipe mesin 2 tak adalah pelari cepat dengan tenaga yang besar dan tentunya boros bahan bakar. Uniknya, pada Yamaha V series karakter mesin 2 tak seperti itu seperti tidak ada karena design utamanya yang hanya mengejar kemudahan berkendara dan perawatan yang murah dan mudah. Kecepatan motor ini hanya sekitar 60Km/jam saja pada gigi 3 itupun diatas jalan yang datar tentunya. 
Kelebihan motor ini adalah konsumsi BBM dan oli sampingnya yang irit. Di brosur iklannya sendiri, konsumsi BBM motor ini mampu mencapai 72Km/ltr bensin dan 1200Km/ltr oli samping dengan kecepatan konstan 30-40Km/jam di jalanan datar. Wah konsumsi BBMnya bahkan lebih irit dari motor matic 110cc jaman saiki yo kang! 

Berikut Spesifikasi Yamaha V Series: 

Spesifikasi Yamaha V Series
JenisCub
TypeV50
V50M
V75
V80
EngineSingle Cyl rebah 2 tak 50cc
Single Cyl rebah 2 tak 75cc
Single Cyl rebah 2 tak 80cc
Diameter X Langkah40.0mm X 39.7 mm (V50)
47.0mm X 42.0 mm (V75)
47.0mm X 56.5 mm (V80)
Sistem induksiKarburator
TransmisiManual automatic clutch 3 Speed
Wheelbase1.170 mm (V50, V75)
1.840 mm (V80)
Length 1.840 mm (V50, V75)
1.885 mm (V80)
Wide645 mm (V50, V75)
650 mm (V80)
Height1.006 mm (V50, V75)
1.025 mm (V80)
 (ILAjava). 
Read More

Suzuki RC 100 & RC 100 sprinter, pelopor bebek 100cc dan ayago!


ILAjava.  Pada era 1990-an, Suzuki memang dikenal
sebagai salah satu pabrikan yang rajin merilis sepeda motor bebek bertipe 2-tak di pasar otomotif
Tanah air. Tak cuma motor bebek, sejumlah motor Sport buatan pabrikan asal Jepang itu juga
didominasi oleh mesin tipe 2tak.
Dan, salah satu motor bebek
yang pernah sukses di pasaran Indonesia adalah Suzuki RC 100.

Motor ini di pasarkan di Indonesia dari tahun 1987 hingga 2002. Saat itu, RC 100
merupakan model pembaruan dari gen. sebelumnya, yakni RC 80 a.k.a Suzuki VR. Refreshment yang dilakukan di antaranya pada desain body serta peningkatan kapasitas mesin yang sekarang menjadi 100cc.
Suzuki RC 100 mengusung desain lampu depan yang berbentuk kotak dan membawa tren baru untuk motor bebek, dengan mesin berkapasitas 100cc, motor ini bisa disandingkan dengan Yamaha Alfa dan Honda Astrea Prima.
Selain disebut dengan RC 100, motor ini juga kerap
dijuluki Jet Cooled. Ini merujuk pada sistem
pendingin mesin yang dibantu oleh kipas dan penyemprotan oli ke dinding silinder dengan bantuan nozzle. Bisa
dikatakan, jet cooled ini bukan teknologi baru, namun Suzuki
memang sering membawa teknologi yang advanced pada motor produksinya.

Pada sektor mesin, RC 100 menggendong
mesin 2tak, Jet Cooled, Reed Valve, silinder
tunggal rebah, berkapasitas bersih 99,6cc.
motor ini diklaim mampu mengeluarkan tenaga hingga
8,1 HP@6.500 rpm dan torsi puncak 1,58
kg-m@5.500 rpm.

Berikut spesifikasi Dari Suzuki RC 100:
Tipe Mesin: 2-stroke,single silinder rebah,jet Cooled, Reed Valve.
Isi Silinder: 99,6cc
Diameter x Langkah: 52,5 x 46 mm
Karburator: Mikuni VM 16SH
Power Maks: 8,1 HP @ 6.500 rpm
Torsi Maks: 1,58 kg-m @ 5.500 rpm
Transmisi: 4-speed, Kopling Basah, Semi-otomatis, PECS
Pengapian: CDI
Starter: Electric dan Kick
Dimensi: 1.860 x 650 x 1.030 mm
Berat: 81 kg
Kapasitas Bahan Bakar: 4,5 liter
Suspensi Depan: Teleskopik
Suspensi Belakang: Swing Arm, Double Shock
Rem Depan: Tromol
Rem Belakang: Tromol
Ukuran Ban Depan: 2,25-17”
Ukuran Ban Belakang: 2,50-17”
Source: google.com

Selain model bebek, Suzuki juga sempat merilis varian RC 100 Sprinter dari tahun 1989-1991. Motor ini mengusung model
Ayago dan bisa disebut sebagai pelopor
kehadiran motor ayam jago di tanah air.
Untuk sektor mesin, RC 100 Sprinter
menggendong mesin yang sama dengan suzuki Bravo yakni bertipe 2-stroke, silinder tunggal rebah, Jet Cooled, Reed Valve, berkapasitas bersih
99,6cc. Dengan sedikit perubahan dari versi bravo, motor ini diklaim
mampu menelurkan power hingga 9,5 PS@8.500 rpm dan torsi maks 1,15
kg-m@5.000 rpm, yang kemudian disalurkan
melalui sistem transmisi manual 4-speed.

Berikut spesifikasi teknis dari Suzuki RC 100 Sprinter:
Tipe Mesin: 2-stroke, Jet Cooled, Reed Valve, silinder tunggal rebah.
Kapasitas Silinder: 99,6cc
Diameter x Langkah: 52,5 x 46 mm
Karburator: Mikuni VM 16SH
Power Maks: 9,5 PS @ 8.500 rpm
Torsi Maks: 1,15 kg-m @ 5.000 rpm
Sistem Transmisi: Manual 4-speed
Kopling Basah, Semi-otomatis, PECS
Pengapian: CDI
Starter: Electric dan Kick
Dimensi: 1.860 x 650 x 1.030 mm
Berat: 81 kg
Kapasitas Bahan bakar: 4,5 ltr
Suspensi Depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Swing Arm, Double Shock.
Rem Depan: Tromol
Rem Belakang: Tromol
Ukuran Ban Depan: 2,25-17” 4PR
Ukuran Ban Belakang: 2,50-17” 4PR
Read More

Suzuki VR80, bebek pertama suzuki indonesia!!


ILAjava.  Berbicara mengenai motor bebek Suzuki ,mungkin yang terpikirkan adalah Suzuki Shogun, Suzuki Smash,
Suzuki Tornado,dan Suzuki Crystal. Namun, sebelum model-model itu ada, Suzuki sudah lebih dulu merilis model FR 80 atau kerap disebut Suzuki Family yang merupakan motor bebek pertama buatan perusahaan otomotif berlogo huruf S tersebut.

Suzuki merilis model FR 80 pertama kali pada tahun 1973.
Saat itu, motor ini disejajarkan dengan Yamaha V80 dan juga Honda
Super Cup C70 yang bermesin 4tak. Ketiga motor ini bersaing ketat dalam pasar motor bebek pada waktu itu.
Saat pertama kali dirilis, Suzuki FR 80 mengadopsi headlamp model kotak, serta lampu belakang yang terpisah dengan body dan berukuran kecil, dan material spion berbahan alumunium.

Menjelang tahun 1980, Suzuki memfacelift model FR 80 dengan perubahan mencolok pada lampu belakang berukuran lebih besar serta menyatu dengan bodi tengah dan spion yang sudah memakai bahan plastik.

Untuk sektor Mesin, Suzuki membekali model FR 80 dengan mesin bertipe 2tak, silinder tunggal rebah, berkapasitas bersih 79cc dengan pendinginan udara.
Dengan bekal mesin tersebut, motor ini mampu meletupkan power maksimal 6,8 HP@4.500 rpm dan torsi maksimal 8,04 Nm@4.500 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke ban belakang melalui transmisi 3 speed. 

Meski sudah tergolong barang antik, Suzuki FR 80 hingga kini masih diburu untuk kemudian dimodifikasi ataupun sebagai barang koleksi.
Selain itu, kampas kopling Suzuki FR 80
juga banyak dicari karena dikenal awet dan lebih tebal sehingga banyak digunakan pada motor bebek modern.
Harga bekas motor bebek ini sendiri sekarang gelap karena sudah termasuk barang koleksi, maka dari itu harganya tergantung penjual itu sendiri dan kondisi unitnya.

Berikut spesifikasi teknis Suzuki FR 80: 

Tipe engine: 2-stroke, silinder tunggal rebah,dengan pendinginan udara
Displacement: 79cc
Diameter x Langkah: 49mm x 42 mm
Power Maks: 6,8 HP @ 4.500 rpm
Torsi Maks: 8,04 Nm @ 4.500 rpm
Transmisi: 3-speed
Baterai/Aki: 6 Volt (Yuasa 6N4-2A)
Starter Kick
Suspensi Depan: Leading link
Suspensi Belakang: Swing arm, double shock
Ukuran Ban Depan: 2,25 - 17”
Ukuran Ban Belakang: 2,50 - 17”
Rem Depan: Tromol
Rem Belakang: Tromol

 (ILAjava). 
Read More

Dave Simmonds pembawa juara dunia pertama Kawasaki


ILAjava.  Kita semua tau kalau kiprah Kawasaki di ajang WorldGP ini kurang bersinar. Apalagi sejak era motoGP 4-Tak. Tapi opo yo langka blas yo kang prestasine? Jawabannya ADA! Ini dia Dave Simmonds, Sang Bintang yang Terlupakan.


Balik ke era balap GrandPrix di tahun 60-an. Banyak pembalap Inggris mendominasi singgasana teratas. Ada banyak banget nama terkenal disana. Dan salah satunya adalah Dave Simmonds. Pria inggris kelahiran 25 Oktober 1939 ini tergabung bersama tim Kawasaki.

Dibandingkan pabrikan Jepang lain yang ikut serta di ajang worldGP (MotoGP), Kawasaki bisa diibaratkan sebagai anak baru di kejuaraan tersebut. Berbeda dengan Yamaha, Suzuki, apalagi Honda yang banyak pengalaman di kelas 250cc kebawah. Sedihnya, hal tersebut berbanding lurus dengan hasil yang diterima, Kawasaki menjadi satu-satunya dari kwartet Jepang yang belum pernah merasakan gelar juara dunia. Sebelum akhirnya Dave Simmonds bergabung pada musim 1967. Atau sesaat setelah Honda memutuskan mengundurkan diri karena pembatasan jumlah silinder.

Berbekal Kawasaki KA-1 yang jauh lebih pelan ketimbang jagoan Yamaha & Suzuki, Dave Simmonds mengalami kebuntuan di 2 musim pertamanya bersama kawasaki. Hal itu membuat Kawasaki Jepang kehilangan harapan dan berniat mengundurkan diri di musim selanjutnya. Karena alasan biaya yang tak mencukupi untuk menyewa mekanik dan mengikuti 11 seri yang digelar di Eropa. Namun sang rider tak pantang menyerah,ia kemudian mengajukan peminjaman unit motor dan berniat ikut balapan dengan usaha dan modalnya sendiri.

Setelah mengikuti training di Kawasaki factory Japan, Bos kawasaki akhirnya menyadari skill yang dimiliki Dave Simmonds, kemudian ia memutuskan untuk menyerahkan unit prototype balap Kawasaki. Namun dengan catatan yakni tanpa bantuan mekanik, tanpa finances tambahan, dan hanya diberikan 1 kotak sparepart yang cuma berisi sepasang crankshaft, 4 buah piston, serta beberapa buah ring piston. Melihat bekal dan dana yang ada, jangankan untuk jadi Juara dunia, bahkan untuk bisa finish di setiap race pun butuh usaha yang lebih dari 1000%!. 

Pada tahun 1969 setelah Yamaha & Suzuki terpaksa ikut mengundurkan diri karena alasan Regulasi pada kelas 125cc. Akhirnya munculah sedikit harapan bagi Dave Simmonds bersama Kawasaki KA-125 yang Ia garap sendiri di garasi belakang rumahnya. Walaupun sempat gagal mengikuti race perdana di Spanyol karena kehabisan uang, pembalap ini akhirnya mendapatkan pinjaman uang dan bisa mengikuti race berikutnya yang digelar di Jerman.

Di musim 1969 tersebut, Dave Simmonds menorehkan hasil yang luar biasa dengan menjuarai 8 race plus 2 kali podium dari 11 seri yang digelar. Hal ini membuatnya sama sekali tak tersentuh di papan klasemen Juara Dunia kelas 125cc. Meskipun faktanya, Dave Simmonds adalah pembalap paling minim dukungan dari pabrikan, dari semua group yang ikut serta di tahun tersebut. Effort luar biasanya ini bukan cuma jadi kebanggaan tersendiri untuk Inggris, tapi juga jadi pemacu semangat Kawasaki untuk kembali bersaing di worldGP. Bukan cuma di kelas 125cc, tapi juga di kelas 250 & 500cc!

Sebagai tambahan dave Simmonds adalah pembalap Inggris terakhir yang keluar sebagai Juara Dunia kelas 125cc atau moto3. Catatan sejarah tersebut baru ditulis ulang oleh pembalap muda bernama Danny Kent, di tahun 2015 lalu.
Musim 1970, Dave Simmonds memfokuskan diri di kelas 500cc. Itu karena Kawasaki KA-125 yang ditungganginya tak lagi mampu bersaing melawan motor racikan anyar WorldGP yang kian powerfull dan kencang. Meski dengan modal motor produksi masal yang dimodifikasi seadanya, Dave simmonds sukses mencatatkan beberapa kali naik podium. Bahkan ia juga berhasil jadi pebalap Kawasaki pertama di Dunia yang memenangkan Race kelas 500cc via WorldGP Spanyol pada tahun 1971 silam.

Sayang, upaya Sang pembalap tak kenal menyerah ini harus berakhir di tahun 1972 silam. Saat mengikuti sebuah fun race di Spanyol, Dave Simmonds tutup usia saat usaha Heroiknya menyelamatkan van pembalap lain yang terbakar, digagalkan oleh ledakan tabung gasoline. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit setempat, namun Dave akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 23 Oktober 1972. Atau tepat 2 hari sebelum ulang tahunnya yang ke 33tahun.

Meski sudah banyak dilupakan oleh para pecinta MotoGP modern, tapi pencapaian Dave Simonds tetap tercatat sebagai salah satu yang terbaik. Terbaik bagi negaranya dan yang terbaik untuk Kawasaki. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua, bahwa dengan usaha dan kerja keras, semua bisa diraih.

 (ILAjava). 
Read More

Sejarah Suzuki Tornado,sang pewaris generasi RC series!!


ILAjava.  Pada medio 1990-an,sepeda motor di Indonesia didominasi oleh mesin bertipe 2-stroke atau 2-tak. Dan, salah satu motor bebek 2-stroke yang cukup populer dan digandrungi masyarakat khususnya kawula muda adalah Suzuki Tornado.

Motor ini dipasarkan di Indonesia dalam rentang waktu antara tahun 1994 hingga 2004. Saat itu, Suzuki Tornado
dirilis untuk melanjutkan kejayaan Suzuki Crystal, disamping itu juga untuk
mengganggu eksistensi Yamaha F1Z yang juga sangat tenar kala itu.
Jika dilihat dari desain bodywork, Suzuki Tornado mengusung body yang sangat berbeda dibanding pendahulunya,Suzuki Crystal.
Motor ini juga memiliki dimensi yang jauh lebih "bongsor" dan lebih
modern dibanding model Crystal yang menjadi gen. terakhir RC Series.

Suzuki Tornado dibedakan dalam dua varian, yakni Tornado GS dan Tornado GX. Kedua motor ini dibedakan dari sisi mesin, pengereman dan type knalpot.
Tornado GS sudah mengadopsi rem model cakram pada bagian depan dan knalpot model racing, sedangkan
Tornado GX masih mengusung rem tromol pada bagian depan serta masih menggunakan knalpot lurus tanpa chamber. Selain itu, perbedaan kedua model ini juga tampak
pada kapasitas mesin. Meski jika dilihat sekilas mesin ini terlihat sama, yakni sama sama menggendong mesin bertipe 2-stroke, Jet Cooled, silinder tunggal,namun Tornado GS mempunyai mesin berkapasitas
109cc, sedangkan varian Tornado GX masih
memakai mesin berkapasitas 100cc atau sama seperti mesin RC100 a.k.a Suzuki Bravo.

Dengan perbedaan kapasitas kedua mesin tersebut, power yang
dihasilkan kedua varian ini juga berbeda cukup signifikan. Jika Tornado GX hanya mampu menghasilkan power 9,5 HP pada 7.500 rpm dan torsi 11,2 Nm pada
5.000 rpm, maka Tornado GS sanggup
menghasilkan power lebih besar, yakni 12,5 HP pada 7.500 rpm dan torsi puncak 12,2 Nm pada 7.500 rpm. Yup, power dan torsi puncak didapat pada rpm yang sama. Joss iki suzuki!! 
Walaupun diproduksi sampai tahun 2004, namun kejayaan suzuki Tornado berakhir pada tahun 1997 seiring mulai
manjamurnya kehadiran motor dengan mesin tipe 4-stroke. Selain itu,hadirnya Satria 120 juga turut melengserkan singgasana Suzuki Tornado di pasar motor 2-stroke Tanah Air.
Last, seperti biasa berikut saya lampirkan spesifikasi dari Suzuki Tornado:

Tipe Mesin: 2-stroke, Jet Cooled, silinder tunggal
Kapasitas Mesin: 109cc (Tornado GS), 100cc (Tornado GX)
Diameter x
Langkah: 54 mm x 48 mm
Power Maksimum: 12.5 HP @ 7.500 rpm (Tornado GS), 9.5 HP @ 7.500 rpm (Tornado GX)
Torsi Maksimum: 12.2 Nm @ 7.500 rpm(Tornado GS),11.2 Nm @ 5.000 rpm (Tornado GX)
Sistem Transmisi: Manual 4 speed
Starter Electric dan Kick
Dimensi: 1.889 mm x 665 mm x 1.150 mm
Jarak Sumbu roda: 1.225 mm
Ground clereance: 115 mm
Berat: 92 kg
KapasitasTangki Bahan bakar: 4,5 ltr
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Swing arm,double shock
Rem Depan: Cakram (Tornado GS), Tromol
(Tornado GX)
Rem Belakang: Tromol (Tornado GS), Tromol (Tornado GX).
Ukuran Ban Depan: 2,50-17 4PR
Ukuran Ban Belakang: 2,75-17 4PR

 (ILAjava).
Read More

Suzuki Crystal, pelopor bebek 110cc di indonesia.


ILAjava.  Membahas motor-motor yang berjaya di generasi 90-an, Suzuki juga punya andalan. Pada tahun 1990, Suzuki meluncurkan motor bebek yang diberi nama Suzuki Crystal. Motor ini mendapat tanggapan positif dari para penunggang sepeda motor di Tanah Air. Desain dan mesin yang benar-benar baru, menjadi salah satu daya tarik andalannya.

Suzuki Crystal masuk di Indonesia sebagai penerus kejayaan RC-series yakni Suzuki RC100 dan RC80 yang telah hadir terlebih dahulu di indonesia. Hadirnya Crystal, menjadi pelopor motor bebek berkapasitas mesin 110 cc di indonesia dan keluarga Suzuki. Khususnya RC-series.

“Penyegaran yang dilakukan Suzuki pada version Crystal kala itu, terbilang besar. Selain kapasitas mesin yang lebih besar dan lebih bertenaga, Crystal juga disenjatai dengan rangka dan cover frame baru,” kata Tommy Ernawan, selaku 2W marketing PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Lebih rinci masuk ke bagian mesin, hadirnya bebek Suzuki berkapasitas 110cc ini juga untuk menjegal laju Yamaha Alfa yang sudah lebih dulu mengaspal dan berkapasitas 105 cc. Mesin suzuki ini didukung teknologi pendingin Jet Cooled yang sangat terkenal kala itu.

Suzuki Crystal juga merupakan motor bebek pertama Suzuki yang telah menerapkan footstep belakang terpisah dengan swing arm. Generasi sebelumnya, footstep belakang masih menyatu dengan swing arm. Dengan begitu,pembonceng bisa lebih nyaman saat menumpang motor ini.
Suzuki Crystal tune hadir dengan tampang lebih sporty pada tahun 1992, Suzuki merilis varian baru dari Crystal yang dinamakan Suzuki Crystal tune. Ini merupakan model  yang dihadirkan dengan beberapa perubahan yang membuatnya terlihat lebih sporty.

“Beberapa ubahan yang dilakukan suzuki di Crystal tune ini bisa kita lihat pada bagian knalpot dan penggunaan rem cakram pada bagian depan. Perubahan pada bagian knalpot yang paling terlihat, modelnya jadi lebih sporty seperti yang digunakan di lintasan adu kebut,” kata Tommy yang dulu pernah menjadi manager Racing Suzuki.
 
Nah, di event balap tanah air sendiri, performa mesin Crystal cukup bisa diandalkan. Banyak pembalap-pembalap top di tanah air saat itu yang menunggang motor ini. Sebut saja Rafid Poppy, Dadan Nugraha, bahkan Asep Hendro juga sempat menunggangi motor ini.

Selain berjaya di balap road race, Crystal juga banyak digunakan oleh pembalap di area grasstrack. Hasilnya juga bagus, karena banyak part Special Engine yang bisa diadopsi di motor ini. Dipenghujung masa baktinya, Crystal digantikan oleh Suzuki tornado pada tahun 1994.

Berikut spesifikasi teknis Suzuki Crystal:
Dimensi: 1.860 x 1.030 x 650 mm
Berat: 82 kg (Standar), 84 kg (tune)
Kapasitas Bahan bakar: 4,5 ltr
Suspensi Depan: Teleskopik
Suspensi belakang: square Swing Arm
Rem Depan: Tromol
Rem Belakang: Tromol
Ban Depan: 17-250 4PR
Ban Belakang: 17-275 4PR
Tipe Mesin: 2-stroke single cylinder, Jet Cooled, pendingin
udara, 109cc
Diameter x Langkah: 54 mm x 48 mm
Tenaga max: 12 ps @ 7.500 rpm(Standar),12,5 ps  @ 7.500 rpm (versi tune)
Torsi Maksimum: 12,0 kg.m @ 7.000 rpm(Standar),
12,5 kg.m @ 7.000 rpm (tune)
Sistem transmisi: manual, 4-percepatan
Read More