Archive for January 2017 ILAjava - Blog seputar otomotif roda 2.

Honda NSR500, motor paling mendominasi dikelas GP500!!!

source: wikipedia

ILAjava.  Siapa yang tidak tau dengan Honda NSR500??
Motor yang diciptakan oleh HRC (Honda Racing Corporation) pertama kali tahun 1984 itu merupakan penggebrak technologi pada saat itu. NSR500 adalah motor 2tak yang paling mendominasi sejarah WorldGP (Motogp) hingga mesin 2tak dihapuskan dan diganti dengan mesin 4tak. Honda memenangkan juara dunia WorldGP 500 sebanyak 10 kali selama debutnya sejak tahun 1984 dengan motor ini. Berbekal performa engine yang superior, NSR 500 merupakan satu-satunya motor prototype Motogp yang masuk dalam legenda olah raga adu kebut dunia dan belum ada motor prototype pabrikan lain yang bisa mematahkan sejarahnya.

Evolusi NSR500 dimulai pada tahun 1984-1987. Belajar dari pengalaman mesin 2tak V-3 predecessor, mesin V4 yang baru menggunakan satu crankshaft sehingga lebih ringan dan kompak dibandingkan dengan dual crankshaft. Walaupun masih memakai sasis sederhana, NSR500 versi V4 tersebut mampu memberikan juara dunia untuk kedua kalinya buat Honda pada tahun 1985 lewat pembalapnya freedie spencer. Menggunakan V-angle 112derajat ditahun 1987 NSR500 menggunakan karburator Keihin 4 barrel dengan diameter 36mm dan sekali lagi Honda menjadi juara dunia untuk yang ketiga kalinya dengan pembalap Wayne Gardner.
Pada tahun 1988, HRC menggunakan sasis twin spar aluminium pada NSR500 sehingga lebih kaku. Begitu juga dengan dapur pacu yang juga mengalami perbaikan total. Pengembangan ini mengkatrol power NSR500 hingga sekitar 165hp (123kw)@12,000rpm. NSR500 revolusi kedua ini kecepatan puncak mampu menggapai 310km/jam, dan merupakan motor paling kencang pada masa itu. Didukung dengan sasis mumpuni dan tenaga mesin liar tak tertandingi, NSR500 adalah motor tiada lawan pada tahun 1989 hingga sekali lagi juara dunia menjadi milik Honda lewat pembalap eddie lawson.

Pada tahun 1990 – 1998  mesin V4 NSR500 terus mengalami peningkatan power hingga lebih dari 200HP (150kw). Lewat Pembalap Australia Mick Doohan, NSR500 menjadi motor paling ditakuti dilintasan balap ditahun 1990an. Pengembangan mesin terus menerus dilakukan oleh HRC. Tahun 1992 Honda menemukan ide revolusioner pada mesin V-4nya yaitu sistem pembakaran 4 silinder dengan derajat kemiringan 65-70 derajat rotasi crankshaft atau biasa disebut mesin “Big-bang”.
Lewat penggunaan balancing shaft untuk menetralisir  efek giroskopis pada single crankshaftnya, NSR500 1992 adalah sebuah terobosan teknologi kala itu. Doohan menggunakan sistem baru ini untuk mendominasi jalannya balapan hingga memenangkan juara dunia 5 kali kelas 500cc secara berturut turut. Doohan Memenangkan 12 seri dari 15 race di tahun 1997, memecahkan record kemenangan terbanyak dalam satu musim yang pernah ada sejak tahun 1972. Sejarah mencatat NSR500 lewat Mick Doohan memberikan 54 total kemenangan dikelas 500cc, merupakan record yang tak terpatahkan oleh rider manapun dikelas 500cc.
Pada tahun 1997 NSR500 kembali menggunakan mesin ”Screamer”. Hal ini atas permintaan Doohan yang lebih menyukai karakter mesin yang liar.
Pasca mundurnya Michael Doohan dari kancah motogp, NSR500 masih bertaring hingga tahun 1999 lewat Alex  Criville Honda mampu menjadi juara dunia lagi.

Bahkan di detik-detik akhir hayat NSR500 yang diujung mata seiring dengan dihapuskannya mesin 2tak oleh pihak Dorna dan memberlakukan peraturan baru meningkatkan kapasitas mesin menjadi 990cc 4tak, pada tahun 2001 ditangan Valentino Rossi NSR500 masih mampu meraih gelar juara dunia dan sekaligus menutup sepak terjang dominasinya dikancah GP500 selama 2 dekade.
Meskipun sudah berlalu, sejarah akan selalu mencatat motor revolusioner dari HRC ini. NSR500 adalah motor legendaris, dan merupakan icon motor balap kebanggaan Honda. Dan Karena kesuksesannya, NSR dibikin mass produk dari yang ber cc besar hingga 50cc dan terbukti penjulannya laku keras diseantero dunia..

Berikut Prestasi Honda NSR 500 selama hampir 2 dekade masa baktinya di kancah GP500 :

1984: 4th place, Freddie Spencer/America
1985: 1st place, Freddie Spencer/America
1986: 2nd place, Wayne Gardner/Australia
1987: 1st place, Wayne Gardner/Australia
1988: 2nd place, Wayne Gardner/Australia
1989: 1st place, Eddie Lawson/America
1990: 3rd place, Mick Doohan/Australia
1991: 2nd place, Mick Doohan/Australia
1992: 2nd place, Mick Doohan/Australia
1993: 3rd place, Daryl Beattie/Australia
1994: 1st place, Mick Doohan/Australia
1995: 1st place, Mick Doohan/Australia
1996: 1st place, Mick Doohan/Australia
1997: 1st place, Mick Doohan/Australia
1998: 1st place, Mick Doohan/Australia
1999: 1st place, Àlex Crivillé/Spanyol
2000: 2nd place, Valentino Rossi/Italy
2001: 1st place, Valentino Rossi/Italy
2002: 8th place, Loris Capirossi/Italy

 (ILAjava). 
Read More

Yamaha V series, motor bebek dengan oli samping pisah pertama!


ILAjava.  Jika Honda punya generasi C series yang laku keras, Suzuki punya varian RC series yang melegenda, Yamaha pun mempunyai varian bebek yang tak kalah fenomenal, generasi yang dimaksud adalah Yamaha V series dimana yang dijual di  Indonesia antara lain varian Yamaha V50, V50M, V70 dan V80. Di beberapa daerah, motor ini dijuluki Yamaha minthi yang artinya bebek kecil. Untuk diluar negeri sana, motor 2tak ini dijuluki sebagai Yamaha Step-through.

Secara design, Yamaha V series ini memakai konsep design mudah dikendarai dan mudah dalam hal perawatannya. Itu karena motor ini ditujukan untuk membantu mobilitas sehari-hari. Untuk Yamaha V50 generasi pertama posisi lampu depannya ada dibawah stang. Motor ini pertama kali masuk ke Indonesia secara CBU (Completely Build Up) dari Jepang pada tahun 1973 dan merupakan motor bebek pertama yang dijual yamaha di indonesia. Tak lama setelah itu, muncul Yamaha V50M yang merupakan facelift dari Yamaha V50. Kemudian diteruskan dengan Yamaha V75 yang memiliki kapasitas mesin lebih besar. Pada tahun 1978, Yamaha menyetop produksi Yamaha V50M dan V75 di Indonesia. Kemudian menggantikannya dengan Yamaha V80 yang memiliki kapasitas mesin 80cc.

Semua Yamaha V series menggunakan mesin 1 silinder 2tak dengan pengapian platina dari batery 6V yang kelak digantikan dengan pengapian CDI. Yang membedakan antara Yamaha V series yang satu dengan lainnya adalah Isi silindernya. Yamaha V50 seperti namanya, memakai mesin 1 silinder rebah 2 tak berkapasitas bersih 49cc. Mesin ini sanggup menghasilkan power sebesar 4Hp@6000Rpm. Yamaha V75 memakai mesin dengan kapasitas 73cc dan menghasilkan tenaga sekitar 6Hp@6500Rpm. Serta terakhir, Yamaha V80 yang memiliki kapasitas mesin 79cc dan sanggup menghasilkan power sebesar 6,7Hp@7000Rpm. Semua mesin ini disalurkan dengan transmisi semi otomatis 3 percepatan.

Salah satu fitur pada Motor ini yang bisa dibilang canggih pada waktu itu adalah motor ini sudah menggunakan sistem pelumasan Autolube dimana oli samping dipompa otomatis kedalam mesin sehingga kita tidak perlu mencampurkan oli kedalam tangki bensin. Pada waktu itu kebanyakan pengguna motor 2tak masih harus mencampur oli samping ke dalam tangki bensin sebagai pelumasan mesin. Untuk pendinginan mesin masih menggunakan pendinginan udara. Untuk sistem Pengapian yamaha V50 dan V75 masih menggunakan platina sementara Yamaha V80 sudah menggunakan CDI. Untuk pengereman kedua rodanya semua varian V series masih menggunakan tromol dikedua bannya. 

Selama ini, mungkin kita mengenal semua motor dengan tipe mesin 2 tak adalah pelari cepat dengan tenaga yang besar dan tentunya boros bahan bakar. Uniknya, pada Yamaha V series karakter mesin 2 tak seperti itu seperti tidak ada karena design utamanya yang hanya mengejar kemudahan berkendara dan perawatan yang murah dan mudah. Kecepatan motor ini hanya sekitar 60Km/jam saja pada gigi 3 itupun diatas jalan yang datar tentunya. 
Kelebihan motor ini adalah konsumsi BBM dan oli sampingnya yang irit. Di brosur iklannya sendiri, konsumsi BBM motor ini mampu mencapai 72Km/ltr bensin dan 1200Km/ltr oli samping dengan kecepatan konstan 30-40Km/jam di jalanan datar. Wah konsumsi BBMnya bahkan lebih irit dari motor matic 110cc jaman saiki yo kang! 

Berikut Spesifikasi Yamaha V Series: 

Spesifikasi Yamaha V Series
JenisCub
TypeV50
V50M
V75
V80
EngineSingle Cyl rebah 2 tak 50cc
Single Cyl rebah 2 tak 75cc
Single Cyl rebah 2 tak 80cc
Diameter X Langkah40.0mm X 39.7 mm (V50)
47.0mm X 42.0 mm (V75)
47.0mm X 56.5 mm (V80)
Sistem induksiKarburator
TransmisiManual automatic clutch 3 Speed
Wheelbase1.170 mm (V50, V75)
1.840 mm (V80)
Length 1.840 mm (V50, V75)
1.885 mm (V80)
Wide645 mm (V50, V75)
650 mm (V80)
Height1.006 mm (V50, V75)
1.025 mm (V80)
 (ILAjava). 
Read More

Suzuki RC 100 & RC 100 sprinter, pelopor bebek 100cc dan ayago!


ILAjava.  Pada era 1990-an, Suzuki memang dikenal
sebagai salah satu pabrikan yang rajin merilis sepeda motor bebek bertipe 2-tak di pasar otomotif
Tanah air. Tak cuma motor bebek, sejumlah motor Sport buatan pabrikan asal Jepang itu juga
didominasi oleh mesin tipe 2tak.
Dan, salah satu motor bebek
yang pernah sukses di pasaran Indonesia adalah Suzuki RC 100.

Motor ini di pasarkan di Indonesia dari tahun 1987 hingga 2002. Saat itu, RC 100
merupakan model pembaruan dari gen. sebelumnya, yakni RC 80 a.k.a Suzuki VR. Refreshment yang dilakukan di antaranya pada desain body serta peningkatan kapasitas mesin yang sekarang menjadi 100cc.
Suzuki RC 100 mengusung desain lampu depan yang berbentuk kotak dan membawa tren baru untuk motor bebek, dengan mesin berkapasitas 100cc, motor ini bisa disandingkan dengan Yamaha Alfa dan Honda Astrea Prima.
Selain disebut dengan RC 100, motor ini juga kerap
dijuluki Jet Cooled. Ini merujuk pada sistem
pendingin mesin yang dibantu oleh kipas dan penyemprotan oli ke dinding silinder dengan bantuan nozzle. Bisa
dikatakan, jet cooled ini bukan teknologi baru, namun Suzuki
memang sering membawa teknologi yang advanced pada motor produksinya.

Pada sektor mesin, RC 100 menggendong
mesin 2tak, Jet Cooled, Reed Valve, silinder
tunggal rebah, berkapasitas bersih 99,6cc.
motor ini diklaim mampu mengeluarkan tenaga hingga
8,1 HP@6.500 rpm dan torsi puncak 1,58
kg-m@5.500 rpm.

Berikut spesifikasi Dari Suzuki RC 100:
Tipe Mesin: 2-stroke,single silinder rebah,jet Cooled, Reed Valve.
Isi Silinder: 99,6cc
Diameter x Langkah: 52,5 x 46 mm
Karburator: Mikuni VM 16SH
Power Maks: 8,1 HP @ 6.500 rpm
Torsi Maks: 1,58 kg-m @ 5.500 rpm
Transmisi: 4-speed, Kopling Basah, Semi-otomatis, PECS
Pengapian: CDI
Starter: Electric dan Kick
Dimensi: 1.860 x 650 x 1.030 mm
Berat: 81 kg
Kapasitas Bahan Bakar: 4,5 liter
Suspensi Depan: Teleskopik
Suspensi Belakang: Swing Arm, Double Shock
Rem Depan: Tromol
Rem Belakang: Tromol
Ukuran Ban Depan: 2,25-17”
Ukuran Ban Belakang: 2,50-17”
Source: google.com

Selain model bebek, Suzuki juga sempat merilis varian RC 100 Sprinter dari tahun 1989-1991. Motor ini mengusung model
Ayago dan bisa disebut sebagai pelopor
kehadiran motor ayam jago di tanah air.
Untuk sektor mesin, RC 100 Sprinter
menggendong mesin yang sama dengan suzuki Bravo yakni bertipe 2-stroke, silinder tunggal rebah, Jet Cooled, Reed Valve, berkapasitas bersih
99,6cc. Dengan sedikit perubahan dari versi bravo, motor ini diklaim
mampu menelurkan power hingga 9,5 PS@8.500 rpm dan torsi maks 1,15
kg-m@5.000 rpm, yang kemudian disalurkan
melalui sistem transmisi manual 4-speed.

Berikut spesifikasi teknis dari Suzuki RC 100 Sprinter:
Tipe Mesin: 2-stroke, Jet Cooled, Reed Valve, silinder tunggal rebah.
Kapasitas Silinder: 99,6cc
Diameter x Langkah: 52,5 x 46 mm
Karburator: Mikuni VM 16SH
Power Maks: 9,5 PS @ 8.500 rpm
Torsi Maks: 1,15 kg-m @ 5.000 rpm
Sistem Transmisi: Manual 4-speed
Kopling Basah, Semi-otomatis, PECS
Pengapian: CDI
Starter: Electric dan Kick
Dimensi: 1.860 x 650 x 1.030 mm
Berat: 81 kg
Kapasitas Bahan bakar: 4,5 ltr
Suspensi Depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Swing Arm, Double Shock.
Rem Depan: Tromol
Rem Belakang: Tromol
Ukuran Ban Depan: 2,25-17” 4PR
Ukuran Ban Belakang: 2,50-17” 4PR
Read More

Suzuki VR80, bebek pertama suzuki indonesia!!


ILAjava.  Berbicara mengenai motor bebek Suzuki ,mungkin yang terpikirkan adalah Suzuki Shogun, Suzuki Smash,
Suzuki Tornado,dan Suzuki Crystal. Namun, sebelum model-model itu ada, Suzuki sudah lebih dulu merilis model FR 80 atau kerap disebut Suzuki Family yang merupakan motor bebek pertama buatan perusahaan otomotif berlogo huruf S tersebut.

Suzuki merilis model FR 80 pertama kali pada tahun 1973.
Saat itu, motor ini disejajarkan dengan Yamaha V80 dan juga Honda
Super Cup C70 yang bermesin 4tak. Ketiga motor ini bersaing ketat dalam pasar motor bebek pada waktu itu.
Saat pertama kali dirilis, Suzuki FR 80 mengadopsi headlamp model kotak, serta lampu belakang yang terpisah dengan body dan berukuran kecil, dan material spion berbahan alumunium.

Menjelang tahun 1980, Suzuki memfacelift model FR 80 dengan perubahan mencolok pada lampu belakang berukuran lebih besar serta menyatu dengan bodi tengah dan spion yang sudah memakai bahan plastik.

Untuk sektor Mesin, Suzuki membekali model FR 80 dengan mesin bertipe 2tak, silinder tunggal rebah, berkapasitas bersih 79cc dengan pendinginan udara.
Dengan bekal mesin tersebut, motor ini mampu meletupkan power maksimal 6,8 HP@4.500 rpm dan torsi maksimal 8,04 Nm@4.500 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke ban belakang melalui transmisi 3 speed. 

Meski sudah tergolong barang antik, Suzuki FR 80 hingga kini masih diburu untuk kemudian dimodifikasi ataupun sebagai barang koleksi.
Selain itu, kampas kopling Suzuki FR 80
juga banyak dicari karena dikenal awet dan lebih tebal sehingga banyak digunakan pada motor bebek modern.
Harga bekas motor bebek ini sendiri sekarang gelap karena sudah termasuk barang koleksi, maka dari itu harganya tergantung penjual itu sendiri dan kondisi unitnya.

Berikut spesifikasi teknis Suzuki FR 80: 

Tipe engine: 2-stroke, silinder tunggal rebah,dengan pendinginan udara
Displacement: 79cc
Diameter x Langkah: 49mm x 42 mm
Power Maks: 6,8 HP @ 4.500 rpm
Torsi Maks: 8,04 Nm @ 4.500 rpm
Transmisi: 3-speed
Baterai/Aki: 6 Volt (Yuasa 6N4-2A)
Starter Kick
Suspensi Depan: Leading link
Suspensi Belakang: Swing arm, double shock
Ukuran Ban Depan: 2,25 - 17”
Ukuran Ban Belakang: 2,50 - 17”
Rem Depan: Tromol
Rem Belakang: Tromol

 (ILAjava). 
Read More

Dave Simmonds pembawa juara dunia pertama Kawasaki


ILAjava.  Kita semua tau kalau kiprah Kawasaki di ajang WorldGP ini kurang bersinar. Apalagi sejak era motoGP 4-Tak. Tapi opo yo langka blas yo kang prestasine? Jawabannya ADA! Ini dia Dave Simmonds, Sang Bintang yang Terlupakan.


Balik ke era balap GrandPrix di tahun 60-an. Banyak pembalap Inggris mendominasi singgasana teratas. Ada banyak banget nama terkenal disana. Dan salah satunya adalah Dave Simmonds. Pria inggris kelahiran 25 Oktober 1939 ini tergabung bersama tim Kawasaki.

Dibandingkan pabrikan Jepang lain yang ikut serta di ajang worldGP (MotoGP), Kawasaki bisa diibaratkan sebagai anak baru di kejuaraan tersebut. Berbeda dengan Yamaha, Suzuki, apalagi Honda yang banyak pengalaman di kelas 250cc kebawah. Sedihnya, hal tersebut berbanding lurus dengan hasil yang diterima, Kawasaki menjadi satu-satunya dari kwartet Jepang yang belum pernah merasakan gelar juara dunia. Sebelum akhirnya Dave Simmonds bergabung pada musim 1967. Atau sesaat setelah Honda memutuskan mengundurkan diri karena pembatasan jumlah silinder.

Berbekal Kawasaki KA-1 yang jauh lebih pelan ketimbang jagoan Yamaha & Suzuki, Dave Simmonds mengalami kebuntuan di 2 musim pertamanya bersama kawasaki. Hal itu membuat Kawasaki Jepang kehilangan harapan dan berniat mengundurkan diri di musim selanjutnya. Karena alasan biaya yang tak mencukupi untuk menyewa mekanik dan mengikuti 11 seri yang digelar di Eropa. Namun sang rider tak pantang menyerah,ia kemudian mengajukan peminjaman unit motor dan berniat ikut balapan dengan usaha dan modalnya sendiri.

Setelah mengikuti training di Kawasaki factory Japan, Bos kawasaki akhirnya menyadari skill yang dimiliki Dave Simmonds, kemudian ia memutuskan untuk menyerahkan unit prototype balap Kawasaki. Namun dengan catatan yakni tanpa bantuan mekanik, tanpa finances tambahan, dan hanya diberikan 1 kotak sparepart yang cuma berisi sepasang crankshaft, 4 buah piston, serta beberapa buah ring piston. Melihat bekal dan dana yang ada, jangankan untuk jadi Juara dunia, bahkan untuk bisa finish di setiap race pun butuh usaha yang lebih dari 1000%!. 

Pada tahun 1969 setelah Yamaha & Suzuki terpaksa ikut mengundurkan diri karena alasan Regulasi pada kelas 125cc. Akhirnya munculah sedikit harapan bagi Dave Simmonds bersama Kawasaki KA-125 yang Ia garap sendiri di garasi belakang rumahnya. Walaupun sempat gagal mengikuti race perdana di Spanyol karena kehabisan uang, pembalap ini akhirnya mendapatkan pinjaman uang dan bisa mengikuti race berikutnya yang digelar di Jerman.

Di musim 1969 tersebut, Dave Simmonds menorehkan hasil yang luar biasa dengan menjuarai 8 race plus 2 kali podium dari 11 seri yang digelar. Hal ini membuatnya sama sekali tak tersentuh di papan klasemen Juara Dunia kelas 125cc. Meskipun faktanya, Dave Simmonds adalah pembalap paling minim dukungan dari pabrikan, dari semua group yang ikut serta di tahun tersebut. Effort luar biasanya ini bukan cuma jadi kebanggaan tersendiri untuk Inggris, tapi juga jadi pemacu semangat Kawasaki untuk kembali bersaing di worldGP. Bukan cuma di kelas 125cc, tapi juga di kelas 250 & 500cc!

Sebagai tambahan dave Simmonds adalah pembalap Inggris terakhir yang keluar sebagai Juara Dunia kelas 125cc atau moto3. Catatan sejarah tersebut baru ditulis ulang oleh pembalap muda bernama Danny Kent, di tahun 2015 lalu.
Musim 1970, Dave Simmonds memfokuskan diri di kelas 500cc. Itu karena Kawasaki KA-125 yang ditungganginya tak lagi mampu bersaing melawan motor racikan anyar WorldGP yang kian powerfull dan kencang. Meski dengan modal motor produksi masal yang dimodifikasi seadanya, Dave simmonds sukses mencatatkan beberapa kali naik podium. Bahkan ia juga berhasil jadi pebalap Kawasaki pertama di Dunia yang memenangkan Race kelas 500cc via WorldGP Spanyol pada tahun 1971 silam.

Sayang, upaya Sang pembalap tak kenal menyerah ini harus berakhir di tahun 1972 silam. Saat mengikuti sebuah fun race di Spanyol, Dave Simmonds tutup usia saat usaha Heroiknya menyelamatkan van pembalap lain yang terbakar, digagalkan oleh ledakan tabung gasoline. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit setempat, namun Dave akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 23 Oktober 1972. Atau tepat 2 hari sebelum ulang tahunnya yang ke 33tahun.

Meski sudah banyak dilupakan oleh para pecinta MotoGP modern, tapi pencapaian Dave Simonds tetap tercatat sebagai salah satu yang terbaik. Terbaik bagi negaranya dan yang terbaik untuk Kawasaki. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua, bahwa dengan usaha dan kerja keras, semua bisa diraih.

 (ILAjava). 
Read More

Sejarah Suzuki Tornado,sang pewaris generasi RC series!!


ILAjava.  Pada medio 1990-an,sepeda motor di Indonesia didominasi oleh mesin bertipe 2-stroke atau 2-tak. Dan, salah satu motor bebek 2-stroke yang cukup populer dan digandrungi masyarakat khususnya kawula muda adalah Suzuki Tornado.

Motor ini dipasarkan di Indonesia dalam rentang waktu antara tahun 1994 hingga 2004. Saat itu, Suzuki Tornado
dirilis untuk melanjutkan kejayaan Suzuki Crystal, disamping itu juga untuk
mengganggu eksistensi Yamaha F1Z yang juga sangat tenar kala itu.
Jika dilihat dari desain bodywork, Suzuki Tornado mengusung body yang sangat berbeda dibanding pendahulunya,Suzuki Crystal.
Motor ini juga memiliki dimensi yang jauh lebih "bongsor" dan lebih
modern dibanding model Crystal yang menjadi gen. terakhir RC Series.

Suzuki Tornado dibedakan dalam dua varian, yakni Tornado GS dan Tornado GX. Kedua motor ini dibedakan dari sisi mesin, pengereman dan type knalpot.
Tornado GS sudah mengadopsi rem model cakram pada bagian depan dan knalpot model racing, sedangkan
Tornado GX masih mengusung rem tromol pada bagian depan serta masih menggunakan knalpot lurus tanpa chamber. Selain itu, perbedaan kedua model ini juga tampak
pada kapasitas mesin. Meski jika dilihat sekilas mesin ini terlihat sama, yakni sama sama menggendong mesin bertipe 2-stroke, Jet Cooled, silinder tunggal,namun Tornado GS mempunyai mesin berkapasitas
109cc, sedangkan varian Tornado GX masih
memakai mesin berkapasitas 100cc atau sama seperti mesin RC100 a.k.a Suzuki Bravo.

Dengan perbedaan kapasitas kedua mesin tersebut, power yang
dihasilkan kedua varian ini juga berbeda cukup signifikan. Jika Tornado GX hanya mampu menghasilkan power 9,5 HP pada 7.500 rpm dan torsi 11,2 Nm pada
5.000 rpm, maka Tornado GS sanggup
menghasilkan power lebih besar, yakni 12,5 HP pada 7.500 rpm dan torsi puncak 12,2 Nm pada 7.500 rpm. Yup, power dan torsi puncak didapat pada rpm yang sama. Joss iki suzuki!! 
Walaupun diproduksi sampai tahun 2004, namun kejayaan suzuki Tornado berakhir pada tahun 1997 seiring mulai
manjamurnya kehadiran motor dengan mesin tipe 4-stroke. Selain itu,hadirnya Satria 120 juga turut melengserkan singgasana Suzuki Tornado di pasar motor 2-stroke Tanah Air.
Last, seperti biasa berikut saya lampirkan spesifikasi dari Suzuki Tornado:

Tipe Mesin: 2-stroke, Jet Cooled, silinder tunggal
Kapasitas Mesin: 109cc (Tornado GS), 100cc (Tornado GX)
Diameter x
Langkah: 54 mm x 48 mm
Power Maksimum: 12.5 HP @ 7.500 rpm (Tornado GS), 9.5 HP @ 7.500 rpm (Tornado GX)
Torsi Maksimum: 12.2 Nm @ 7.500 rpm(Tornado GS),11.2 Nm @ 5.000 rpm (Tornado GX)
Sistem Transmisi: Manual 4 speed
Starter Electric dan Kick
Dimensi: 1.889 mm x 665 mm x 1.150 mm
Jarak Sumbu roda: 1.225 mm
Ground clereance: 115 mm
Berat: 92 kg
KapasitasTangki Bahan bakar: 4,5 ltr
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Swing arm,double shock
Rem Depan: Cakram (Tornado GS), Tromol
(Tornado GX)
Rem Belakang: Tromol (Tornado GS), Tromol (Tornado GX).
Ukuran Ban Depan: 2,50-17 4PR
Ukuran Ban Belakang: 2,75-17 4PR

 (ILAjava).
Read More

Suzuki Crystal, pelopor bebek 110cc di indonesia.


ILAjava.  Membahas motor-motor yang berjaya di generasi 90-an, Suzuki juga punya andalan. Pada tahun 1990, Suzuki meluncurkan motor bebek yang diberi nama Suzuki Crystal. Motor ini mendapat tanggapan positif dari para penunggang sepeda motor di Tanah Air. Desain dan mesin yang benar-benar baru, menjadi salah satu daya tarik andalannya.

Suzuki Crystal masuk di Indonesia sebagai penerus kejayaan RC-series yakni Suzuki RC100 dan RC80 yang telah hadir terlebih dahulu di indonesia. Hadirnya Crystal, menjadi pelopor motor bebek berkapasitas mesin 110 cc di indonesia dan keluarga Suzuki. Khususnya RC-series.

“Penyegaran yang dilakukan Suzuki pada version Crystal kala itu, terbilang besar. Selain kapasitas mesin yang lebih besar dan lebih bertenaga, Crystal juga disenjatai dengan rangka dan cover frame baru,” kata Tommy Ernawan, selaku 2W marketing PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Lebih rinci masuk ke bagian mesin, hadirnya bebek Suzuki berkapasitas 110cc ini juga untuk menjegal laju Yamaha Alfa yang sudah lebih dulu mengaspal dan berkapasitas 105 cc. Mesin suzuki ini didukung teknologi pendingin Jet Cooled yang sangat terkenal kala itu.

Suzuki Crystal juga merupakan motor bebek pertama Suzuki yang telah menerapkan footstep belakang terpisah dengan swing arm. Generasi sebelumnya, footstep belakang masih menyatu dengan swing arm. Dengan begitu,pembonceng bisa lebih nyaman saat menumpang motor ini.
Suzuki Crystal tune hadir dengan tampang lebih sporty pada tahun 1992, Suzuki merilis varian baru dari Crystal yang dinamakan Suzuki Crystal tune. Ini merupakan model  yang dihadirkan dengan beberapa perubahan yang membuatnya terlihat lebih sporty.

“Beberapa ubahan yang dilakukan suzuki di Crystal tune ini bisa kita lihat pada bagian knalpot dan penggunaan rem cakram pada bagian depan. Perubahan pada bagian knalpot yang paling terlihat, modelnya jadi lebih sporty seperti yang digunakan di lintasan adu kebut,” kata Tommy yang dulu pernah menjadi manager Racing Suzuki.
 
Nah, di event balap tanah air sendiri, performa mesin Crystal cukup bisa diandalkan. Banyak pembalap-pembalap top di tanah air saat itu yang menunggang motor ini. Sebut saja Rafid Poppy, Dadan Nugraha, bahkan Asep Hendro juga sempat menunggangi motor ini.

Selain berjaya di balap road race, Crystal juga banyak digunakan oleh pembalap di area grasstrack. Hasilnya juga bagus, karena banyak part Special Engine yang bisa diadopsi di motor ini. Dipenghujung masa baktinya, Crystal digantikan oleh Suzuki tornado pada tahun 1994.

Berikut spesifikasi teknis Suzuki Crystal:
Dimensi: 1.860 x 1.030 x 650 mm
Berat: 82 kg (Standar), 84 kg (tune)
Kapasitas Bahan bakar: 4,5 ltr
Suspensi Depan: Teleskopik
Suspensi belakang: square Swing Arm
Rem Depan: Tromol
Rem Belakang: Tromol
Ban Depan: 17-250 4PR
Ban Belakang: 17-275 4PR
Tipe Mesin: 2-stroke single cylinder, Jet Cooled, pendingin
udara, 109cc
Diameter x Langkah: 54 mm x 48 mm
Tenaga max: 12 ps @ 7.500 rpm(Standar),12,5 ps  @ 7.500 rpm (versi tune)
Torsi Maksimum: 12,0 kg.m @ 7.000 rpm(Standar),
12,5 kg.m @ 7.000 rpm (tune)
Sistem transmisi: manual, 4-percepatan
Read More

Honda LS125 si ramping dan kencang!!!


ILAjava.  Jangan menilai sesuatu dari tampilan luarnya saja.
Begitulah sepertinya istilah yang pas untuk menyebut Honda LS125. Meski mempunyai bodi yang mungil dan bermesin jadul, namun semua penggemar motor 2-stroke pasti tahu bahwa Honda LS125 memiliki performa yang mumpuni.

Ketika dirilis pertama kali pada tahun 1995 di Thailand, Honda LS 125 memang langsung mengundang euforia massa di negara Gajah Putih tersebut.
Meski dianggap sebagai spek-down dari honda NSR125 karena motor ini belum mengadopsi katup buang tambahan a.k.a RC Valve, namun penjualan motor ini tetap laris,tak hanya di Thailand,melainkan juga di negara Asia lainnya termasuk Indonesia.

Dari sisi tampilan, Honda LS125 mengusung bodi yang ramping dengan bobot kosong hanya 96,7 kg atau sedikit lebih gambot jika dibandingkan dengan saingannya yaitu Yamaha Touch125.
Meski begitu, desain serta
ergonomi berkendara yang tidak terlalu menunduk membuat motor ini nyaman digunakan untuk kendaraan sehari-hari.

Layaknya motor racing, Honda LS125 juga dibekali kaki-kaki yang kokoh dengan mengadopsi rem cakram di bagian depan dan belakang. Serta ditopang ban berukuran 70/90-17 di bagian depan dan ban belakang berukuran 80/90-17, nampak serasi dengan shockbreker teleskopik di sisi depan dan monoshock
di sisi belakang.
Untuk sektor jantung pacunya, Honda LS125 menggendong mesin 2-stroke, single cylinder, liquid-cooled, berkapasitas 123,5cc.

Dengan bekal mesin tersebut,motor ini mampu memuntahkan tenaga hingga 24 hp
pada putaran mesin 9.000 rpm, serta torsi puncak menembus 1,97 kgf-m pada putaran 8.000rpm. Melihat bobot dan tenaga mesin sebesar itu, motor ini dikabarkan mampu melaju hingga 150km/j!! 
Semua tenaga tersebut disalurkan melalui sistem transmisi manual 6 percepatan.
Dengan spesifikasi dan body yang ramping tersebut, motor ini sangat mudah dimodifikasi menjadi drag bike.
Sayangnya,seperti problema motor 2 tak lainnya, produksi Honda LS 125 harus berhenti pada tahun 2005 silam karena alasan regulasi.
Berikut spesifikasi Honda LS 125:

Engine type 2-stroke liquid-cooled,single cylinder
Displacement: 123,5cc
Bore x Stroke: 55mm x 52mm
Compression Ratio: 7,0:1
Induction: KEIHIN PE 24
Max power: 24 hp @ 9.000 rpm
Max Torque: 1.97 kgf-m @ 8.000 rpm
Transmission: 6 speed
front Suspension: Telescopic
Rear Suspension: Swing arm
Rem depan& belakang: single disc
Dry Weight: 96,7 kg

 (ILAjava). 
Read More

Yamaha 125ZR motor 2tak yang lolos EURO3!!


ILAjava.  Semangat pagi, siang, sore semua.  Wokeh langsung saja nih kang, kali ini saya akan membahas tentang motor bebek wonderful 2tak yang kedua, setelah sebelumnya Yamaha F1ZR sudah saya bahas disini. Kali ini saya akan membahas tentang Yamaha 125Z.
Pasti sebagian diantara sampean sekalian pernah dengar dan mungkin pernah lihat langsung penampakan motor ini. Yamaha 125Z dirilis pertama pada tahun 1998 dengan sasaran pangsa pasar Malaysia dan Singapore, dan ke beberapa negara Eropa, seperti Yunani. Kalau di eropa motor ini dinamai Yamaha Z.

Bebek super ini adalah penerus dari Yamaha 110SS (kalau di indo Yamaha F1Z yang belum pake nama R dibelakangnya). Yamaha 125Z ini adalah motor bebek yamaha 2tak pertama yang sudah mengadopsi penggunaan catalyc converter pada sistem knalpotnya. Hal itu membuat gas buang motor ini bersih sehingga bisa lolos regulasi EURO 3.
Mungkin itu yang membuat motor ini bisa masuk ke daratan eropa. Seperti kebanyakan bebek super lainnya, motor ini juga digunakan diajang road race di Malaysia dan beberapa negara di tingkat ASEAN. Dengan kapasitas mesin 125cc dengan bore X stroke 53.8mm X 54.7mm, Yamaha 125Z ini bisa memuntahkan power mencapai 17,5PS pada putaran mesin 8.000 rpm. Selain itu motor ini juga dilengkapi dengan 6 transmisi kecepatan layaknya motor sport tulen.

Motor ini juga sudah dibekali rem cakram depan dan belakang, suspensi depan teleskopik dan belakang monoshock. Di Indonesia sendiri motor ini bisa dibilang cukup langka, dan mungkin hanya kolektor dan para speed freak saja yang faham dan mempunyai motor ini. Pada awal kemunculannya di indonesia dulu sekitar tahun 2001-2002, motor ini dibanderol dengan harga diatas 20juta.
Wuah harga yang termasuk mahal pake banget pada masa itu kang. Menurut yang saya lihat di website Yamaha Malaysia (Hong Leong Yamaha Motor), motor ini masih dijual disana.


Baru dan gres kang, dan sekarang ditambahi dengan embel-embel R dibelakang huruf Z menjadi Yamaha 125ZR. Menurut informasi yang saya peroleh, setidaknya Yamaha 125ZR ini masih akan diproduksi oleh Hong Leong Yamaha Motor setidaknya sampai tahun 2019 mendatang. Untuk banderol harganya adalah RM 6.617 atau sekitar Rp. 19,8juta rupiah. Kalau diimpor kesini ya bisa membengkak diangka 22-23juta-an, biasalah kenak tetek bengek pajak ini itu kang.

Yup, itulah sekilas tentang Yamaha 125Z salah satu bebek fantastic yang sampai sekarang masih banyak digemari para speed freak. Tunggu Artikel tentang bebek 2tak excellent diartikel selanjutnya kang.. Semoga berguna.

 (ILAjava). 
Read More

Yamaha F1ZR, bebek legendaris pabrikan Yamaha.


ILAjava.  Assalamualaikum kang, dimanapun sampean berada. Masih ingat sepeda motor legendaris yamaha 2 tak? pasti kebanyakan orang mengatakan motor legendaris itu adalah yamaha RX king. Memang benar sich motor legendaris yamaha 2 tak itu yamaha RX king, tapi itu untuk motor sportnya. Sedangkan untuk motor bebeknya,salah satunya mereka mempunyai Yamaha F1ZR.

Sopo sich sing ora kenal karo yamaha F1ZR yang pernah merajai dunia balap nasional pada masa itu. Yamaha F1ZR adalah generasi penerus dari yamaha Alfa yang bermesin 105cc. Yamaha alfa sendiri di perkenalkan pada tahun 1980 akhir dan disuntik mati pada tahun 1992. Nah pada tahun 1992 inilah generasi force 1 pertama lahir dengan model rem tromol depan dan belakang. Ini adalah motor pertama yamaha yang menggunakan sistem pendingin YPCS (Yamaha performance Cooling system). YPCS adalah pendingin mesin dengan menggunakan kipas untuk menyedot udara dari luar kedalam untuk mendinginkan mesin. Dengan teknologi ini membuat suhu mesin tetap terjaga sehingga performa motor tidak drop ketika panas. Berikut ini adalah generasi F1Z dari masa ke masa: 

Yamaha F1 Z
Motor ini dirilis pertama kali pada tahun 1992 dan mengusung teknologi YPCS.
Sebenarnya teknologi ini di mulai pada motor suzuki pada motor RC collection nya dengan nama Suzuki Jet Cooled tetapi ada perbedaan yakni pada suzuki ada tambahan berupa nozlle untuk menyemprotkan oli ke bagian blok mesin sedangkan yamaha tidak. Pada generasi Poswan 1 ini berumur dari tahun 1992 sampai tahun 1994 dan pada tahun 1994 ini difacelift dan namanya di ganti menjadi Force 1Z ( F1Z ). Dari bentuk sendiri tidak ada perubahan yang besar dari generasi Poswan 1 hanya ada upgrade pada bagian rem depan yang sudah mengadopsi cakram.

Hingga tahun 1996 yamaha masih menjual F1Z dan belum ada perubahan pada bagian mesin dan juga bentuk hanya ada penambahan versi limited edition saja pada waktu itu. Pada model limited version ini ada beberapa penambahan yakni pada behel belakang ada lampu dan juga penambahan crome pada beberapa bagian tertentu. Generasi terakhir ini sudah mengadopsi transmisi “full clutch”.

Yamaha F 1ZR

Dan pada tahun 1997 inilah kemunculan atau waktu lahirnya generasi F1ZR yang sudah di bekali dengan “kopling manual” akan tetapi koplingnya masih semi otomatis pada waktu itu banyak orang bilang kopling banci. Nah di tahun 2000 setelah yamaha berubah menjadi PT. YIMM ( Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ) sebagai produsen melakukan perombakan besar-besaran pada yamaha F1ZR ini.

Perubahanya adalah desain yang lebih modern dengan di dukung oleh velg racing ( palang ) . Serta aplikasi pada transmisi yakni sudah full clutch atau kopling manual konventional. Tidak cuma desain yang menarik pada jamannya, namun performa dan kebandelan motor ini juga sudah teruji pada jamannya. Bahkan motor ini juga sering menjadi langganan juara di ajang balap nasional. Ada banyak pembalap indonesia terkenal yang pernah memakai motor ini. Sebut saja Ahmad Jayadi, Harlan Fadhillah, bahkan sampai hendriansyah juga pakai motor ini. Sayang sekali pada tahun 2005 motor ini harus di discontinue alias di stop produksinya dan di gantikan oleh gen Vega dengan mesin fourstroke (4tak).


Dan seperti biasa, sebagai tambahan berikut Spesifikasi yamaha F1ZR:

Engine
Tipe  : 2-stroke, silinder tunggal 110,4cc
Bore x Stroke  : 52,0 x 52,0 mm
Ratio Kompresi  : 7,1:1
Transmisi  : manual,kopling basah dengan 4 percepatan N-1-2-3-4
Karburator  : VM 20 Mikuni
Kapasitas Oli samping  : 1,2 lt
Sistem Pelumasan 2-Tak: Yamaha AutoLube
Aki  : GM5Z-3B/YB5L-B/12V5AH
Busi  : BP 7 HS-10/W 22 FP-10
Sistem Pengapian  : CDI
Sasis
Berat Kosong  : 95 kg
Tipe Sasis  : Pipa
Kapasitas BBM  : 4,5 liter
Wheelbase  : 1.190 mm
floor Clearance  : 135 mm
Tinggi tempat duduk  : 750 mm
Suspensi/ Ban
Suspensi depan  : Teleskopik
Ban Belakang  : 2.75-17-4 PR
Ban Depan  : 2.50-17-4 PR
performance
measurement (LxWxH)  : 1.870 x 670 x 1.040 mm
Starter  : Kick & electric
Power max : 11.8 dk / 7500 rpm
Torque max  : 1,10 KGF.M / 6500 rpm
Sistem Pengereman
Rem Depan  : cakram
Rem Belakang  : Tromol

 (ILAjava). 
Read More

Binter AR125,motor sport andalan Kawasaki sebelum era Ninja 150.


ILAjava.  Kawasaki memang dikenal identik sebagai pabrikan pembuat motor sport berteknologi tinggi sejak dulu.
Dan Binter AR125 ini adalah salah satu buktinya.
Yaa disebut binter karena motor ini didatangkan langsung dari jepang oleh PT. Bintang terang indonesia selaku distributor motor kawasaki di indonesia kala itu.
Perusahaan yang dipimpin oleh eddy tanzil itu memasukan AR125 ke indonesia pertama kali pada tahun 1984.

Motor ini membuat kelas baru dalam dunia permotoran, yaitu kelas motor sport dimana pada waktu itu hanya ada kelas motor bebek dan motor "laki laki" (motor dengan tangki di depan).
Binter AR125 ini hadir dengan segudang fitur yang belum ada pada motor laki kala itu. Sebut saja penggunaan half fairing, pendinginan mesin yang sudah menggunakan cairan a.k.a radiator, pemakaian Velg racing palang 5, serta terinstalnya suspensi mono shock..
Mono shock pada Kawasaki AR125 ini diberi nama uni track.

Dengan semua hal diatas membuat Binter AR125 menjadi motor paling futuristik dan canggih kala itu.
Mengintip ke bagian mesin, Binter AR125 menggunakan mesin silinder tunggal 125cc 2 tak yang merupakan pengembangan dari Binter GTO. Yang unik dari mesin ini adalah penggunaan RRIS (Rotary Reedvalve Intake System) dimana pada jalur intake bahan bakarnya menggunakan gabungan dari system rotary dan reed valve (membran).

Didukung dengan karburator mikuni 24mm dan ratio kompresi mesin sebesar 6.5:1, Binter AR125 ini mampu mengeluarkan tenaga sebesar 22HP pada 9500rpm dan torsi sebesar 16.6Nm pada 8000rpm. Tak heran dalam keadaan standar pabrik, motor ini sanggup berlari hingga 130kpj dengan mudah.


Selain itu, demi alasan keamanan motor ini juga dilengkapi switch untuk mematikan mesin ketika standar samping masih terbuka. Teknologi seperti ini baru muncul kembali di indonesia lewat honda vario pada tahun 2006 dengan nama side stand switch, dan kini teknologi ini sudah jamak terpasang pada semua varian matic honda. Bahkan hampir semua pabrikan Jepang sekarang juga sudah mengaplikasikannya pada varian matic mereka.

Kini Binter AR125 ini sudah sangat langka terlihat wara wiri di jalanan. Itu karena penjualannya kalah dengan saingan seangkatanya dengan teknologi yang lebih sederhana dan harga yang lebih murah. Karena ketika masih baru saja populasinya sudah sangat sedikit, maka tak heran kalau sekarang binter AR125 sudah tidak pernah terlihat di jalanan.
Penjualan Binter AR125 sendiri berhenti di tahun 1985 atau hanya setahun setelah diperkenalkan pertama kali pada publik indonesia. Hal ini dikarenakan PT Bintang-Terang Indonesia selaku distributor kawasaki di indonesia mengalami kebangkrutan. Dan baru pada tahun 1996 Kawasaki kembali menjual produknya lewat PT. Kawasaki Motor Indonesia(KMI) dan bukan lagi memakai nama Binter..

 (ILAjava).

Read More

Perjalanan karir Barry sheene,sang master GP500!

ILAjava.  Tahukah GPmania, siapa yang pertama kali juara dunia di kelas para raja dengan motor Suzuki?
Ya jawabannya adalah Barry Sheene.

Barry Steven Frank Sheene atau akrab disapa Bazza lahir di London-Inggris pada 11 September 1950.
Dia memulai karir kejuaraan dunia pada tahun 1971 dan langsung turun di 3 kelas sekaligus (jaman dulu pembalap GP boleh turun di lebih dari 1 kelas) yaitu pada kelas 50cc, 125cc dan 250cc. Masing-masing menggunakan motor dari pabrikan yang berbeda, yakni Kreidler di kelas 50cc, Suzuki di kelas 125cc dan Derbi di kelas 250cc. Namun hasil terbaiknya ada di kelas 125cc dengan mendapatkan peringkat ke 2 pada akhir musim.
Pada musim berikutnya atau tahun 1972, Sheene mencoba konsentrasi pada kelas 250cc saja dengan motor Yamaha. Sayang prestasinya hanya sebatas peringkat 13 pada akhir musim. Akhirnya ia absen pada kejuaraan Grand Prix tahun berikutnya dan hanya mengikuti kejuaraan formula 750 dengan motor Suzuki.





Barulah pada tahun 1974 Sheene mendapat kesempatan untuk menjajal kelas paling bergengsi atau GP500 dengan Suzuki. Sheene menunggangi Suzuki RG500 dan secara konsisten berhasil menduduki peringkat 6 klasemen akhir pada musim 1974 dan 1975.Pada tahun 1975 rider bernomor 7 itu mengalami kecelakaan dahsyat di sirkuit Daytona. Kecelakaan yang hampir menamatkan karirnya itu disebabkan ban belakang dari RG500 nya pecah ketika pada kecepatan kurang lebih 175 mph dan membuat Sheene mengalami banyak patah tulang pada bagian tubuhnya.
Setelah beristirahat hingga sembuh dari cidera, Sheene kemudian tampil meyakinkan pada musim balap 1976. Ia memenangkan 5 seri dari 6 starts yang dijalani membuatnya tampil sebagai juara dunia diatas motor Suzuki dan sekaligus mematahkan dominasi Giacomo agostini pada kelas GP500!. 
Atas prestasinya, itu Sheene mendapat anugrah medali kehormatan dari kerajaan Inggris. Dan ketika berhasil mempertahankan gelar juara dunianya pada tahun 1977, ia mendapatkan gelar kehormatan sebagai bangsawan Inggris..  


Pada musim balap 1978 Barry Sheene mendapat persaingan sengit dari pembalap rokie Yamaha, Kenny Roberts Sr. Ia pun tidak mampu mempertahankan gelar juara dunianya dan hanya mampu meraih peringkat ke 2 pada akhir musim. Bahkan pada musim berikutnya, Sheene hanya mendapat peringkat ke 3. Akhirnya pada 1980 Sheene memutuskan untuk pindah ke tim Yamaha walaupun hanya dengan tim satelite. Baru pada musim 1981, Barry Sheene bergabung dengan tim pabrikan Yamaha bersanding dengan Kenny Roberts Sr. yang saat itu sudah 3x mengantongi gelar juara Dunia (1978-1980) .

Menggabungkan 2 juara Dunia pada satu tim nyatanya tidak membuat Yamaha menjadi tim yang kuat. Persaingan keras antara Barry Sheene dan Kenny Roberts Sr. di lintasan justru mampu diambil alih oleh Marco Lucchinelli dan menjadikannya juara Dunia pada musim 1981. Sementara Sheene harus puas pada peringkat ke 4 di bawah Randy Mamola dan Kenny Roberts Sr. Pada musim 1982 Sheene kembali mengalami cedera akibat kecelakaan di sirkuit Silverstone dan membuatnya hanya mampu meraih peringkat ke 5 pada akhir musim. Akhirnya pada tahun 1983 Sheene memutuskan untuk kembali ke tim Suzuki. Namun sayang, kembalinya lagi ke Suzuki tak mampu membuatnya menjadi juara Dunia lagi. Ia hanya finish di urutan ke 14 pada akhir musim .

Sadar dirinya sudah tak bisa bersaing lagi dengan pembalap lainnya, Bazza pun akhirnya memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 1984 .Selepas pensiun dari dunia balap, keluarga Sheene pindah ke Australia pada akhir 1980-an dengan harapan bahwa iklim yang lebih hangat disana akan membantu mengurangi beberapa rasa sakit radang sendi yang disebabkan cidera Sheene dimasa lalu. Ia menetap di sebuah properti di dekat Gold Coast. Sheene memulai bisnis pengembangan properti dan juga berperan sebagai komentator di acara televisi motor sport Australia. 

Pada juli 2002, Sheene didiagnosis terkena kanker kerongkongan dan lambung. Ini akibat dari kebiasaanya yang suka merokok dan meminum minuman beralkohol dimasa lalu. Akhirnya pada tanggal 10 Maret 2003 Sheene meninggal dunia di Gold Coast-Austria. Ia meninggalkan seorang istri dua orang anak dan jutaan GP mania di seluruh dunia.

 (ILAjava). 


Read More

Sejarah Honda NSR 150, motor sport paling canggih pada jamannya!

ILAjava.  Apa sampeyan inget logo diatas kang? 
Yup, logo Honda NSR150 di atas sangat terkenal di era 90-2000an. Bagaimana tidak? logo tersebut hanya bisa dimiliki oleh sebagian kecil rider yang beruntung, sedangkan sebagian besar yang lain (termasuk saya) hanya bisa memandangi gambarnya saja. Honda NSR150R pertama kali diperkenalkan tahun 1994 oleh federal motor (sekarang AHM). Motor ini diimpor langsung dari Thailand dan dibanderol dengan harga 8jutaan saat itu. Sebagai perbandingan motor bebek kala itu dijual dengan harga 3 jutaan saja. Harga ini terus melejit menembus sekitar 12 jutaan ketika krisis moneter melanda Indonesia sekitar tahun 97-98.


Akhirnya, AHM pun hanya mengimpor Honda NSR hingga seri RR atau orang biasa menyebutnya seri RR astra di tahun 2000. Selebihnya NSR hanya bisa dibeli via IU (Importir Umum) bukan lagi melalui ATPM. Hal ini tentunya membuat harga NSR ini semakin mahal. Belum lagi biaya spare parts kedepannya, karena part harus inden melalui IU. Sungguh besar effort yang harus dikeluarkan untuk bisa memiliki logo honda yang satu ini.
Secara garis besar, Honda NSR150 hadir dalam 4 versi yaitu: 
-Honda NSR 150R
-Honda NSR 150RR (biasa disebut RR astra) 
-Honda NSR 150 RR new
-Honda NSR 150 SP
Oke kita bahas satu persatu.
1. HONDA NSR 150R

Pertama kali diimpor dari Thailand oleh AHM di tahun 1994 dan dihentikan produksinya sekitar tahun 1998. Motor ini mengusung mesin paling canggih diantara para kompetitornya kala itu. Sebut saja pendingin radiator,bmesin yang sudah dilengkapi RC valve (katup buang yang dikontrol secara elektronik), dan suspensi belakang monoshock sudah terinstal dengan rapi pada motor ini.
Pada sektor body pun motor ini sudah dilengkapi dengan full fairing yang elegan dengan sudut mengkotak khas motor sport pada zaman itu.
Berikut spesifikasi dari honda NSR 150R:

Engine type : single cylinder, two stroke liquid cooled with RC valve
Engine size       : 149cc
Bore x stroke   : 59 x 54.5mm
Power              : 28hp @ 10500 rpm
Torque             : 2.75 kg-m at 10,000 rpm
Gearbox           : 6 speed return
Ignition             : Electronic CDI unit

2.Honda NSR 150 RR ASTRA


Pertama kali masuk ke indonesia pada september 2000 dan terahir dijual pada tahun 2001. Motor ini lebih dikenal dengan sebutan NSR RR ASTRA. Itu karena motor ini masih diimpor secara langsung oleh AHM selaku pihak ATPM di Indonesia.
Motor ini sangat melompat jauh dari sang kakak yakni NSR 150R, terutama pada sektor bodywork, dimana pada seri ini bodywork sangat jauh terlihat lebih sporty dan modern. Hal yang membedakan NSR ini dari tipe NSR yang lain adalah penggunaan 2 lampu bundar pada bagian headlampnya.
Sebenarnya NSR RR Astra yang beredar di tanah air adalah motor sisa produksi Honda thailand. Karena disana motor ini tidak lolos uji emisi, sehingga dikirim ke indonesia. Untuk unitnya sendiri dikabarkan ada 1600 unit yang masuk ke tanah air. Dan pengirimannya dipecah sebanyak 2 kali yaitu 800-800 unit. Namun rumornya yang berhasil masuk ke indonesia hanya 800 unit saja. Sangat terbatas sekali!

Motor ini dipasarkan di Indonesia dengan 2 pilihan warna saja yakni biru putih dan merah putih. Dibanderol dengan harga 28 jutaan dan menyentuh 30 jutaan pada tahun 2001. Harga di atas sangat wajar, mengingat kabarnya mantan pembalap Honda di GP500 yaitu Michael Doohan ikut serta dalam meriset NSR RR Astra ini.
Berikut spesifikasi dari NSR RR ASTRA:

Engine type : single cylinder, two stroke liquid cooled with RC valve
Engine size       : 149cc
Bore x stroke   : 59 x 54.5mm
Power              : 30hp @ 10,500 rpm
Torque             : 2.75 kg-m at 10,000 rpm
Gearbox           : 6 speed return
Ignition             : Electronic CDI unit

Untuk mesin dari NSR R dan NSR RR Astra sebenarnya tidak ada bedanya, yang membedakan hanya sistem kelistrikannya, dimana NSR R Masih menggunakan sistem kelistrikan AC sedangkan NSR RR Astra sudah menganut sistem kelistrikan DC.

3. HONDA NSR NEW RR

Motor ini pertama masuk Indonesia tahun 2000 melalui IU (Importir Umum). Jadi sudah tidak melalui AHM lagi. Motor ini boleh dibilang motor campuran antara NSR RR Astra dan NSR SP. Hal ini terlihat dimana body dan mesin motor ini identik dengan NSR SP, namun dengan kaki kaki milik NSR RR Astra. Waktu itu motor ini dibanderol dengan harga 35 juta rupiah. Hal yang membedakan seri NSR ini dengan RR Astra adalah penggunaan lampu depannya, dimana pada seri New RR sudah menggunakan headlamp "lampu kucing", sama seperti pada NSR SP.
Berikut spesifikasi dari Honda NSR New RR: 

Engine type : single cylinder, two stroke liquid cooled with RC Valve
Engine size : 149cc
Bore x stroke : 59 x 54.5mm
Compression : 6.8 : 1
Horsepower : 37ps at 10,000 rpm
Torque : 2.74 kg-m at 9,000 rpm
Gearbox : 6 speed return
Ignition : Electronic CDI unit
Length : 1,970 mm
Width : 685 mm
Height : 1,060 mm
Wheelbase : 1,355 mm
Weight : 120.9 kg

Tire size : (F) 90/80-17, (R) 110/80-17

4. HONDA NSR SP


Ini adalah seri pamungkas dari semua varian Honda NSR 150. Hadir pertama kali di indonesia pada tahun 2000 melalui IU motor ini dibanderol sebesar 40 juta rupiah. Ini adalah penyempurnaan dari semua varian NSR 150. Hal yang paling ketara adalah pemakaian pro arm pada swing arm belakang. Ini menjadi satu satunya motor berkubikasi kecil di dunia yang menggunakan pro arm. Pada bagian mesinpun terdapat berbagai penyempurnaan dengan mendapatkan sentuhan langsung dari HRC (Honda Racing Corp.). Tidak heran ditangan tim dan pembalap Thailand, motor ini pernah menjuarai balap FARRC.
Berikut spesifikasi dari Honda NSR 150 SP:

Model : NSR 150 SP
Engine type : single cylinder, two stroke liquid cooled with RC valve
Engine size : 149cc
Bore x stroke : 59 x 54.5mm
Horsepower : 39.5 ps at 10,500 rpm
Torque : 2.75 kg-m at 10,000 rpm
Gearbox : 6 speed return
Ignition : Electronic CDI unit
Length : 1,970 mm
Width : 685 mm
Height : 1,060 mm
Wheelbase : 1,355 mm
Weight : 122.4 kg

Last, itulah penjelasan singkat mengenai sejarah Honda NSR 150. 
Bagi sampean yang memiliki satu di garasi, sampean musti bangga karena bisa memiliki motor legend yang limited edition dimana tidak semua orang mampu memiliki dan merawatnya.
Semoga bermanfaat.

 (ILAjava). 

Read More

Yamaha TZR125 ini mencangkokan "keong racun" a.k.a turbo ke mesinnya!! Edyannn.



ILAjava.  Assalamualaikum, sugeng enjing, sore, ndalu semua. Lagi iseng-iseng nonton video you tube, ndilalah nemu video yang bikin saya heran. Yup, dalam video itu nampak sebuah motor Yamaha TZR125 yang dicangkokan keong racun a.k.a turbo ke mesinnya.
Bagi yang belum tau apa itu turbo.
Turbo adalah salah satu part yang bisa menaikan tenaga mesin secara signifikan. Terdiri dari satu buah turbin dan satu buah impeler yang terhubung dengan shaft. Dimana turbin ini digerakan oleh gas buang dari mesin, kemudian secara bersamaan memutar impeler juga. Nah impeler inilah yang nantinya mengkompresikan udara tekanan tinggi ke intake mesin. Bahkan dengan perhitungan dan penyetelan tekanan yang pas, pengaplikasian turbo bisa meningkatkan tenaga mesin hampir 2x lipat. Oleh karenanya banyak speed freak yang mengaplikasikan turbo ini ke mesinnya.

Diupload oleh akun YouTube bernama turboman 71, video ini menunjukan kondisi Yamaha TZR125 yang sudah terinstal turbo ketika dihidupkan. Dari gambar diatas terlihat pemasangan karbulator diletakan dilubang hisap impeler turbo. Jadi karbulator bukan lagi dihisap oleh piston namun oleh impeler turbo.

Karena karbulator dan turbo diletakan didepan mesin.
Alhasil manifold bawaan pun dilengserkan dan diganti dengan slang agar mampu menjangkau intake mesin.

Sayang tidak ada keterangan dalam video tersebut berapa tenaga yang mampu dihasilkan  dan berapa max tekanan turbo yang dipakai.
Last,dari sini kita bisa melihat kalau ternyata turbo juga bisa diaplikasikan di mesin 2tak, apakah sampean mau mencoba??
Semoga menginspirasi dan bermanfaat.. 

 (ILAjava). 

Read More

Yamaha TZM, Masterpiece muda yang tumbang sebelum berkembang.

ILAjava.  Yamaha TZM adalah Masterpiece dari Pabrikan garputala yang diperkenalkan pertama kali di Indonesia sekitar tahun 1996 laluMotor ini di datangkan langsung secara CBU oleh yamaha untuk menjeggal suzuki RGR dan Honda NSR yang sudah lebih dulu mengaspal di tanah air. Oleh karena itu Yamaha nggak tanggung tanggung, mereka mendevelop motor ini dari DNA sang kakak yang sudah malang melintang di dunia balap pada waktu itu yaitu Yamaha TZR250.
   
Jika melihat design bodywork, dari depan ke belakang motor ini sangat berbeda "style" nya. Dimana pada bagian depan terlihat balutan fairingnya bersudut-sudut tajam mencirikan khas motor sport era 2000-an. Namun pada bagian belakang, sampeyan bakal melihat bodywork yang yang sangat khas dengan motor sport era 90-an, sebut saja stoplamp bulat,lampu sein bulat dan lekukan body yang menggembung. Namun justru dari sini, yamaha TZM mampu tampil berbeda dari para rivalnya!

Lanjut ke mesin, karena mengambil DNA dari TZR250, tentunya mesin TZM ini tidak bisa dipandang sebelah mata, Yamaha membekali TZM dengan mesin 2tak berkapasitas 147cc liquid cooled plus pengaplikasian YPVS (Yamaha Power Valve System) pada exhaust portnya. YPVS digerakan oleh motor servo dan berfungsi untuk menyesuaikan tinggi lubang buang mengikuti rpm mesin, sehingga didapat tenaga yang maksimal pada setiap rpm, dimana ini tidak bisa dilakukan pada mesin 2tak konvensional.
Guna mngimbangi itu semua,mereka juga mencangkokan karburator special Mikuni VM30SS pada moncong intake. Alhasil mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimal hingga 36PS (35.3HP) pada 10.500rpm. 

Dengan bobot yang hanya 119kg dan pemakaian rangka double-cradler alias deltabox kabarnya motor ini anteng dibawa lari hingga 160km/j bahkan lebih.
Sayang,pada waktu itu indonesia dilanda krisis moneter. Nilai tukar rupiah yang anjlok berimbas pada harga jual TZM yang jauh diluar kemampuan masyarakat.
Akhirnya yamaha indonesia menghentikan penjualan TZM pada tahun 1998.
Yaa, dengan jangka waktu yang hanya 2 tahun membuat penjualan yamaha TZM sangat terbatas di indonesia, bisa dilihat dari populasinya yang sangat sedikit.
Untuk itu buat sampeyan yang mempunyai yamaha TZM di garasinya, rawatlah baik baik,karena kalian termasuk orang orang yang beruntung mampu memiliki motor yang legendaris dan langka.

Berikut spesifikasi lengkap Yamaha TZM150:

Engine : 2 Tak, Single Cylinder, Liquid Cooled, YPVS System

Kapasitas Silinder : 147 cc

Bore & Stroke : 59 X 54 mm

Max Power : 35,3 HP @ 10.500 Rpm

Max Torque : 25 N.m @ 9,500 Rpm

Lubrication System : Wet Sump

Transmissi : 6 Speed Chain Driven

Panjang : 1,965mm

Lebar : 685mm

Tinggi : 1,100mm

Jarak Sumbu Roda : 1,330 mm

Tinggi Jok : 765mm

Berat Kosong : 119kg

Suspensi Depan : Telescopic,Coil spring, Oil damped

Suspensi Belakang : Swingarm, Coil spring, Oil Damped

Rem Depan : Disc

Rem Belakang : Disc

Ban Depan : 90/80 -17 46S

Ban Belakang : 110/80 – 17 57S

Pengapian : Electronic CDI

Kapasitas Tangki BBM : 13 Liter


Read More