Perjalanan karir Barry sheene,sang master GP500! | ILAjava.com ILAjava - Blog seputar otomotif roda 2.

Perjalanan karir Barry sheene,sang master GP500!

ILAjava.  Tahukah GPmania, siapa yang pertama kali juara dunia di kelas para raja dengan motor Suzuki?
Ya jawabannya adalah Barry Sheene.

Barry Steven Frank Sheene atau akrab disapa Bazza lahir di London-Inggris pada 11 September 1950.
Dia memulai karir kejuaraan dunia pada tahun 1971 dan langsung turun di 3 kelas sekaligus (jaman dulu pembalap GP boleh turun di lebih dari 1 kelas) yaitu pada kelas 50cc, 125cc dan 250cc. Masing-masing menggunakan motor dari pabrikan yang berbeda, yakni Kreidler di kelas 50cc, Suzuki di kelas 125cc dan Derbi di kelas 250cc. Namun hasil terbaiknya ada di kelas 125cc dengan mendapatkan peringkat ke 2 pada akhir musim.
Pada musim berikutnya atau tahun 1972, Sheene mencoba konsentrasi pada kelas 250cc saja dengan motor Yamaha. Sayang prestasinya hanya sebatas peringkat 13 pada akhir musim. Akhirnya ia absen pada kejuaraan Grand Prix tahun berikutnya dan hanya mengikuti kejuaraan formula 750 dengan motor Suzuki.





Barulah pada tahun 1974 Sheene mendapat kesempatan untuk menjajal kelas paling bergengsi atau GP500 dengan Suzuki. Sheene menunggangi Suzuki RG500 dan secara konsisten berhasil menduduki peringkat 6 klasemen akhir pada musim 1974 dan 1975.Pada tahun 1975 rider bernomor 7 itu mengalami kecelakaan dahsyat di sirkuit Daytona. Kecelakaan yang hampir menamatkan karirnya itu disebabkan ban belakang dari RG500 nya pecah ketika pada kecepatan kurang lebih 175 mph dan membuat Sheene mengalami banyak patah tulang pada bagian tubuhnya.
Setelah beristirahat hingga sembuh dari cidera, Sheene kemudian tampil meyakinkan pada musim balap 1976. Ia memenangkan 5 seri dari 6 starts yang dijalani membuatnya tampil sebagai juara dunia diatas motor Suzuki dan sekaligus mematahkan dominasi Giacomo agostini pada kelas GP500!. 
Atas prestasinya, itu Sheene mendapat anugrah medali kehormatan dari kerajaan Inggris. Dan ketika berhasil mempertahankan gelar juara dunianya pada tahun 1977, ia mendapatkan gelar kehormatan sebagai bangsawan Inggris..  


Pada musim balap 1978 Barry Sheene mendapat persaingan sengit dari pembalap rokie Yamaha, Kenny Roberts Sr. Ia pun tidak mampu mempertahankan gelar juara dunianya dan hanya mampu meraih peringkat ke 2 pada akhir musim. Bahkan pada musim berikutnya, Sheene hanya mendapat peringkat ke 3. Akhirnya pada 1980 Sheene memutuskan untuk pindah ke tim Yamaha walaupun hanya dengan tim satelite. Baru pada musim 1981, Barry Sheene bergabung dengan tim pabrikan Yamaha bersanding dengan Kenny Roberts Sr. yang saat itu sudah 3x mengantongi gelar juara Dunia (1978-1980) .

Menggabungkan 2 juara Dunia pada satu tim nyatanya tidak membuat Yamaha menjadi tim yang kuat. Persaingan keras antara Barry Sheene dan Kenny Roberts Sr. di lintasan justru mampu diambil alih oleh Marco Lucchinelli dan menjadikannya juara Dunia pada musim 1981. Sementara Sheene harus puas pada peringkat ke 4 di bawah Randy Mamola dan Kenny Roberts Sr. Pada musim 1982 Sheene kembali mengalami cedera akibat kecelakaan di sirkuit Silverstone dan membuatnya hanya mampu meraih peringkat ke 5 pada akhir musim. Akhirnya pada tahun 1983 Sheene memutuskan untuk kembali ke tim Suzuki. Namun sayang, kembalinya lagi ke Suzuki tak mampu membuatnya menjadi juara Dunia lagi. Ia hanya finish di urutan ke 14 pada akhir musim .

Sadar dirinya sudah tak bisa bersaing lagi dengan pembalap lainnya, Bazza pun akhirnya memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 1984 .Selepas pensiun dari dunia balap, keluarga Sheene pindah ke Australia pada akhir 1980-an dengan harapan bahwa iklim yang lebih hangat disana akan membantu mengurangi beberapa rasa sakit radang sendi yang disebabkan cidera Sheene dimasa lalu. Ia menetap di sebuah properti di dekat Gold Coast. Sheene memulai bisnis pengembangan properti dan juga berperan sebagai komentator di acara televisi motor sport Australia. 

Pada juli 2002, Sheene didiagnosis terkena kanker kerongkongan dan lambung. Ini akibat dari kebiasaanya yang suka merokok dan meminum minuman beralkohol dimasa lalu. Akhirnya pada tanggal 10 Maret 2003 Sheene meninggal dunia di Gold Coast-Austria. Ia meninggalkan seorang istri dua orang anak dan jutaan GP mania di seluruh dunia.

 (ILAjava). 


Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Perjalanan karir Barry sheene,sang master GP500! "

Bos informasi said...

Memang ya kalau master balap tiada tertandingi