Berkenalan dengan teknologi Seamless Shift Gearbox (SSG) pada motor MotoGP. | ILAjava.com ILAjava - Blog seputar otomotif roda 2.

Berkenalan dengan teknologi Seamless Shift Gearbox (SSG) pada motor MotoGP.


ILAjava.  Seamless Shift Gearbox, mungkin sebagian dari kita masih ada yang asing dengan teknologi transmisi yang satu ini.
Teknologi ini sebenarnya sudah lazim digunakan pada mobil balap F1, namun pertama kali dikembangkan untuk motor MotoGP pada tahun 2008. Hal ini bermula saat tim balap Honda di ajang F1 mengundurkan diri karena krisis global. Saat itu banyak mekanik bekas tim F1 tersebut ditarik untuk menjadi teknisi tim balap Honda diajang MotoGP.

Dari sini lah awal mula dikembangkanya teknologi SSG untuk motor MotoGP. Teknologi ini juga merupakan solusi atas pelarangan penggunaan dual clutch Transmission untuk motor MotoGP oleh Dorna. Dimana teknologi tersebut juga sudah lazim digunakan pada mobil balap.. 
Selama 2 tahun Honda mengembangkan teknologi ini untuk Honda RC212V mereka.
Dan akhirnya mereka bisa secara sempurna mengaplikasikan teknologi ini pada motor RC212V tunggangan Casey Stoner pada tahun 2011. Dengan SSG, motor 800cc tersebut hanya membutuhkan waktu 0.009 detik untuk melakukan perpindahan transmisi. Hasilnya bisa ditebak pada musim tersebut Casey Stoner sangat mendominasi dan berhasil mendapatkan gelar juara dunia.

Sebenernya apasih kegunaan teknologi SSG ini kang? 
Jawabannya banyak banget kang. Salah satunya adalah untuk memangkas jeda waktu saat perpindahan gear. Baik itu up shift ataupun down shift.. 
Pada transmisi konventional, saat pembalap melakukan perpindahan gear, terdapat jeda transmisi "netral" yakni sebuah keadaan dimana selector transmisi belum berada pada gear yang dituju. Hal ini membuat penyaluran tenaga dari mesin menuju ban belakang terputus. Dan ketika gear sudah masuk ke gear yang dituju, maka ban belakang akan mendapatkan tenaga yang besar secara mendadak, hal ini bisa membuat ban belakang mengalami spin ataupun wheelie. Tentunya hal tersebut sangat mengurangi catatan laptime para pembalap..

Teknologi SSG hadir untuk menghilangkan semua efek negatif tersebut. Dengan transmisi SSG pembalap akan lebih halus dalam perpindahan gigi. Ini karena tidak ada jeda waktu "netral" pada transmisi ini. Saat pembalap melakukan perpindahan gear, gear yang dituju langsung terhubung sementara posisi gear yang digunakan sebelumnya juga masih terhubung dan akan melepaskan diri dengan sendirinya sebelum gearbox mengunci pada transmisi yang dituju.

Dari sini ada banyak keuntungan yang didapat, pertama tenaga mesin akan terus selalu tersalurkan ke roda belakang ketika pemindahan transmisi, kedua kompon ban menjadi lebih awet karena gejala slip berkurang. Dan ketiga motor menjadi lebih mudah dikendarai karena perpindahan transmisi yang smooth. 

Berapa banyak waktu yang bisa dipangkas dengan penggunaan SSG ini kang? 
Katakanlah setiap pembalap melakukan 40x perpindahan transmisi dalam sekali putaran. Dan Seamless Shift Gearbox dapat memangkas waktu setiap perpindahan transmisi 0.022 detik dari transmisi konventional.. Maka dalam satu lap SSG ini dapat memangkas waktu laptime pembalap hingga 0.88 detik!

Pantas saja teknologi ini sekarang sudah lazim digunakan pada motor-motor tim pabrikan yang berlaga di kelas MotoGP..
Demikian sedikit ulasan dari saya tentang Seamless Shift Gearbox (SSG) pada motor MotoGP..
Semoga bermanfaat kang.

 (ILAjava). 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berkenalan dengan teknologi Seamless Shift Gearbox (SSG) pada motor MotoGP. "