Perjalanan Yamaha RX-Z di Indonesia. | ILAjava.com ILAjava - Blog seputar otomotif roda 2.

Perjalanan Yamaha RX-Z di Indonesia.


ILAjava.  Apakah sampean tahu motor sport terkencang Yamaha dikelas 135cc?
kalau sampean menjawab RX-King jawaban sampean salah kang. Jawabannya adalah Yamaha RX-Z. Yuppp, pada tahun 1987 Yamaha Indonesia merilis RX-Z untuk menemani sang kakak yang juga masih mengusung kubikasi mesin yang sama yakni Yamaha RX-King. Namun bedanya jika Yamaha RX-King lebih condong mengusung model touring atau naked bike, kalau RX-Z lebih ke model sport.
Hal ini terlihat dari riding positionnya yang lebih membungkuk dan pengaplikasian stang jepit.

Saat baru dirilis pertama kali, Yamaha RX-Z ini mengusung mesin dengan transmisi 5 speed, barulah 2 tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1989 Yamaha mengupgrade transmisinya menjadi 6 Speed.
Sejauh pengamatan saya, Yamaha Indonesia terakhir mengaplikasikan transmisi 6 speed pada motor sport lokal dengan kapasitas dibawah 150cc itu hanya pada Yamaha RX-Z dan sang kakak yang berfairing yaitu Yamaha RZR.. Setelah kedua produk tersebut discontinue Yamaha Indonesia tidak pernah mengaplikasikan lagi transmisi 6 speed pada motor dengan kapasitas di bawah 150cc nya. Dan baru kembali menggunakannya ketika Yamaha R15 dan Xabre rilis baru-baru ini..

Kembali ke Yamaha RX-Z, Yamaha membekali motor ini dengan mesin 2tak bekapasitas 135cc. Walaupun berkapasitas sama dengan sang kakak yakni Yamaha RX-King, namun karakter mesin kedua motor ini berbeda.Hal ini terlihat dari ukuran bore x stroke kedua motor ini. Dimana RX-King memakai ukuran bore x stroke 58mm x 50mm, sedangkan RX-Z 56mm x 54mm.
Disini jelas terlihat kalau Yamaha RX-Z akan unggul pada penggunaan jarak jauh dan rpm tinggi.
Selain itu Yamaha juga membekali RX-Z dengan teknologi YCLS (Yamaha Computerized Lubricant System) dimana sistem pelumasan oli samping dikontrol menggunakan komputer..
Walaupun masih mengandalkan udara sebagai pendingin mesin, namun tenaga yang mampu dihasilkan RX-Z cukup besar yakni mencapai 21HP@8.500rpm.
Sedangkan untuk karburator sendiri memakai merek Mikuni VM26..

Di Indonesia sendiri, Yamaha RX-Z harus disuntik mati pada tahun 1999 lantaran peminatnya yang kalah banyak dari Yamaha RX-King dan karena krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu. Hal ini jauh berbeda dari negeri tetangga Malaysia yang justru produksinya mampu bertahan lama hingga tahun 2011 lalu. Bahkan di Malaysia sana kabarnya RX-Z ini sangat digemari oleh para remaja dan mendapat beberapa kali perubahan design body dan knalpot yang sudah menggunakan Catalytic Converter guna menembus regulasi EURO 2..
Last, itulah sedikit pembahasan mengenai Perjalanan Yamaha RX-Z di Indonesia. 
Semoga bermanfaat kang..

(Ilajava).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perjalanan Yamaha RX-Z di Indonesia."