Inilah Perbedaan Mesin Screamer Dan Big Bang Pada Motor MotoGP, Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya. | ILAjava.com ILAjava - Blog seputar otomotif roda 2.

Inilah Perbedaan Mesin Screamer Dan Big Bang Pada Motor MotoGP, Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya.


ILAjava.com | Selama ini kita tahu mesin pada kejuaraan MotoGP memakai 2 tipe yakni Big Bang dan Screamer. Kedua mesin ini memiliki perbedaan karakter karena perbedaan tipe waktu pengapian yang dipakai pada mesin. Mesin screamer dan big bang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lantas apa saja perbedaan dari kedua mesin ini? Dan apa kelebihan dan kekurangannya.

Mesin screamer.
Pada mesin 4 tak, dibutuhkan 720 derajat putaran crank shaft untuk menghasilkan 1 kali proses tenaga/pembakaran. Pada mesin 4 silinder screamer baik itu dengan konfigurasi V-engine ataupun inline yang dipakai pada motor MotoGP, proses pembakaran terjadi setiap 180 derajat putaran crank shaft. Jadi jeda ledakan antara piston satu dan lainnya sama. Kelebihan dari mesin ini adalah respon mesin yang cepat untuk mencapai rpm tinggi karena tenaga yang didapat pada crank shaft memiliki jeda yang sama. Kelebihan lain dari mesin screamer adalah tenaga yang cepat tersalurkan ke ban belakang dan melimpah ruah sehingga mesin ini sangat bertenaga di track lurus. Namun meski begitu, mesin ini juga memiliki kekurangan. Karena tenaganya yang meledak-ledak mesin ini cenderung sulit dikendalikan di tikungan. Selain itu, feeling pembalap terhadap ban belakang juga berkurang karena ban belakang lebih sering slip terutama saat keluar tikungan. Salah satu pembalap yang cukup sukses diatas mesin screamer adalah Casey Stoner saat berada di Ducati. Di era MotoGP sebelum tahun 2016, kekurangan mesin screamer ini bisa ditutupi dengan piranti elektronik canggih yang dibuat tiap pabrikan. Namun saat regulasi berubah dan semua pabrikan diharuskan memakai single ECU dari Magneti Marelli, kekurangan mesin screamer tidak bisa ditutupi sehingga ban belakang sering spin.  Oleh karena itu pada musim 2017 Honda kembali memakai mesin Big Bang pada RC213V tunggangan Marq Marquez.

Mesin Big Bang.
Mesin big bang atau biasa disebut juga dengan mesin Long Bang boleh dibilang merupakan kebalikan dari mesin screamer. Mesin big bang mulai terkenal di era GP500 Mick Doohan. Pada tahun 1992 Honda menerapkan ide revolusioner untuk meredam keliaran dari Honda NSR500 2tak dengan memakai pengapian tipe big bang dengan derajat kemiringan silinder 65-70 derajat. Dengan mesin ini Mick Doohan mampu merajai GP500 mengalahkan banyak pabrikan lain yang memakai mesin screamer. Sedangkan pada jaman MotoGP 4 tak, Yamaha lewat Masao Furusawa tercatat pertama kali menerapkannya pada tahun 2004 di mesin YZR M1 Valentino Rossi. Cara kerja mesin big bang pada mesin 4 silinder adalah, Tiap 2 silinder melakukan proses pembakaran dengan waktu yang hampir bersamaan. Dengan cara ini, jeda antara pembakaran 2 silinder satu dengan 2 silinder lainnya cukup lama sehingga tenaga yang disalurkan oleh mesin menjadi lebih smooth. Kelebihan lain dari mesin big bang adalah, pembalap memiliki feeling yang kuat pada ban belakang karena penyaluran tenaga dari mesin yang lebih halus. Selain itu, karena jeda waktu pengapian pada mesin big bang cukup lama, ban belakang mempunyai cukup waktu untuk mencengkram aspal kembali jika ban mengalami spin sebelum terjadi proses pembakaran selanjutnya. Gak heran dengan mesin big bang, penggunaan ban juga menjadi lebih awet yang tentunya menguntungkan bagi pembalap.
Meski begitu, mesin big bang juga memiliki kekurangan. Karena mempunyai jeda pengapian yang cukup lama, mesin ini sedikit kurang bertenaga ketika di track lurus dibandingkan mesin screamer.

Last, itulah beberapa penjelasan mengenai mesin screamer dan big bang yang dipakai di motor MotoGP. Kedua mesin ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing karena perbedaan jeda waktu pengapian. Mesin tipe screamer ataupun big bang hanya bisa diterapkan pada mesin 4 silinder. Jadi kalau mesin motor kita masih satu atau dua silinder, tidak bisa menerapkan sistem ini ya.
Oke sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Perbedaan Mesin Screamer Dan Big Bang Pada Motor MotoGP, Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya. "