Karel Abraham dipaksa pensiun dini karena Ducati ingin menggaet Johann Zarco? | ILAjava.com ILAjava - Blog seputar otomotif roda 2.

Karel Abraham dipaksa pensiun dini karena Ducati ingin menggaet Johann Zarco?


ILAjava.com | Berita hangat datang dari dunia MotoGP. Belum lama gelaran MotoGP musim 2019 selesai, Karel Abraham (Avintia) mengumumkan pensiun dari MotoGP. Padahal beberapa hari sebelumnya, doi kekeuh ingin tetap membalap bersama Avintia mengingat masa kontraknya baru akan berakhir pada musim 2020. Banyak isu beredar, pengumuman pensiun dini Karel Abraham ini lantaran paksaan dari Ducati yang ingin menggaet Johann Zarco di musim depan? 

Meski belum bisa dikonfirmasi kebenarannya, namun isu ini cukup masuk akal mengingat Zarco merupakan pembalap yang pernah berada di 3 pabrikan rival Ducati yakni Honda, Yamaha dan KTM. Hal inilah yang membuat Ducati bertekad keras menggaet Zarco di kubu Pabrikan Bologna. Mereka berharap dengan bergabungnya Zarco akan diperoleh informasi mengenai motor lawan yang tentunya berguna bagi pengembangan motor Ducati sendiri. Keinginan Ducati ini juga diperkuat dengan pertemuan khusus antara Paolo Ciabatti selaku Sporting Director Ducati dengan Zarco beberapa waktu lalu. 
Dalam pertemuan itu disinyalir Ducati mengiming imingi Zarco dengan motor spek full pabrikan dengan support penuh dari pabrikan Bologna. Iming-iming yang tentunya bisa membuat Zarco goyah mengingat musim 2019 lalu bersama Honda ia hanya mendapat motor satelite spek 2018. 

Namun masalah datang karena Karel Abraham masih ada kontrak 1 musim lagi dengan Avintia. Oleh sebab itu, awalnya dengan keras Karel menolak keluar dari Avintia. Namun selang beberapa hari, kabar yang berbeda 180 derajat datang dari Karel Abraham. Secara mengejutkan ia memutuskan pensiun dari MotoGP. 
Anak pemilik sirkuit Brno ini memposting keputusan pensiunnya via media sosial. Banyak pihak merasa kaget dengan keputusan mendadak Karel ini dan beranggapan ada campur tangan dari Dorna dan Ducati dibaliknya. 


Sebagai informasi, Karel Abraham merupakan pembalap asal Cekoslowakia kelahiran 1990 yang beragama Islam. Ia memulai debut di kelas GP125 pada 2005 yang kemudian naik dikelas GP250 pada 2007. Pada 2010 ia berhasil memenangkan GP Valencia di kelas Moto2 yang sekaligus menjadi satu-satunya kemenangan yang ia miliki selama karirnya di balap GrandPrix. Pada 2011 ia naik kelas ke MotoGP yang awalnya bersama tim milik ayahnya yakni Cardion AB, kemudian Aspar dan terakhir Avintia. Ia juga sempat ikut balapan World Superbike bersama BMW pada 2016. 
Uang yang berlimpah mampu membuat Karel eksis hingga kini. Maklum, bagi Karel membalap MotoGP diibaratkan hanya sebagai hobby untuk melepas penat dan tidak perlu target tinggi. Lha wong anak sultan, ngapain ngoyo?? 

Last, meski belum diumumkan secara resmi dari pihak Avintia mengenai pengganti Karel, namun slot kosong yang belum terisi ini jelas membuat pintu bagi Zarco untuk bergabung dengan Avintia menjadi terbuka lebar. Biarlah waktu yang akan menjawab nanti. Jika benar Zarco bergabung dengan Avintia pada  pada musim depan dengan motor full spek pabrikan, jelas MotoGP 2020 bakalan lebih seru lagi. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Karel Abraham dipaksa pensiun dini karena Ducati ingin menggaet Johann Zarco? "